KARAWANG – Kebakaran hebat melanda Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (14/10/2026) malam. Kobaran api menghanguskan sejumlah bagian gedung dan menyebabkan kepulan asap tebal membubung di sekitar lokasi.

Berdasarkan laporan awal iNews Karawang, hampir 70 persen bangunan diperkirakan terdampak kebakaran. Namun, angka tersebut masih merupakan perkiraan di lapangan dan belum menjadi hasil pemeriksaan resmi mengenai tingkat kerusakan gedung.

Peristiwa ini terjadi menjelang tengah malam dan menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar kawasan perkantoran pemerintah Kabupaten Karawang.

Sejumlah armada pemadam kebakaran segera dikerahkan untuk mengendalikan api. Petugas berupaya mencegah kobaran api menyebar ke bagian gedung lainnya maupun bangunan di sekitarnya.

Kebakaran Dilaporkan Terjadi Rabu Malam

Berdasarkan informasi dari petugas layanan panggilan Pemadam Kebakaran Kabupaten Karawang yang dikutip detikNews, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 22.54 WIB pada Rabu (14/10/2026).

Sementara itu, laporan pengamatan iNews Karawang menyebut kobaran api terlihat sekitar pukul 23.10 WIB. Perbedaan waktu tersebut merujuk pada informasi laporan awal dan pengamatan di lokasi kejadian.

Api tampak membesar di sejumlah bagian bangunan, sementara asap pekat menyelimuti area sekitar kantor.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga yang melintas berhenti untuk menyaksikan kejadian. Petugas pemadam kebakaran terus melakukan penanganan guna mengurangi risiko api merambat ke bangunan yang berdekatan.

Hingga Kamis (15/10/2026) dini hari, petugas masih melakukan operasi pemadaman sebagaimana dilaporkan sejumlah media.

Wakil Menteri ATR/BPN Tinjau Lokasi Kebakaran

Peristiwa kebakaran ini turut mendapat perhatian Kementerian ATR/BPN. Wakil Menteri ATR sekaligus Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, mendatangi lokasi pada Kamis (15/10/2026) dini hari untuk memantau penanganan.

Dalam keterangannya yang diberitakan pada Kamis pagi, Ossy menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan pegawai dan masyarakat, sekaligus menyelamatkan aset serta dokumen pertanahan yang masih memungkinkan untuk diamankan.

Kementerian ATR/BPN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran, kepolisian, dan instansi lainnya untuk menangani dampak kejadian.

Selain penanganan kebakaran, keberlangsungan pelayanan pertanahan kepada masyarakat menjadi perhatian pemerintah.

Kementerian ATR/BPN menyatakan akan mengupayakan pemulihan layanan di Kabupaten Karawang serta memberikan informasi lanjutan kepada masyarakat melalui saluran resmi.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Sampai laporan awal pada Kamis (15/10/2026), penyebab pasti kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang belum diumumkan secara resmi.

Informasi awal menyebut adanya dugaan titik api dari lantai dua gedung. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Besaran kerusakan bangunan, nilai kerugian materi, dan kondisi dokumen pertanahan yang terdampak juga masih membutuhkan pendataan.

Masyarakat diharapkan mengikuti informasi resmi dari Kementerian ATR/BPN dan instansi terkait mengenai perkembangan penanganan kebakaran maupun perubahan pelayanan kantor pertanahan.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena Kantor ATR/BPN memiliki peran penting dalam pelayanan administrasi dan pengelolaan data pertanahan masyarakat Kabupaten Karawang.