Disdikbud Karawang Bekali Guru Program G7KAIH, Sekolah Aman, dan Pagi Ceria
KARAWANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang mengadakan pendidikan dan pelatihan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui tiga program, yakni Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH), Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), serta Pertemuan Pagi Ceria (PPC).
Pelatihan berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Resto Grand Karawang Indah dengan melibatkan Forum Komunikasi Transisi PAUD ke Sekolah Dasar (FKPS) Rumasa Diasih Kabupaten Karawang.
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan guru dan kepala sekolah dalam menerapkan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara konsisten di lingkungan pendidikan.
Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menekankan bahwa pembentukan karakter siswa tidak cukup dilakukan melalui penyampaian materi pelajaran. Menurutnya, nilai-nilai positif perlu ditanamkan melalui aktivitas dan kebiasaan yang dijalankan setiap hari.
Wawan berharap penerapan G7KAIH, BSAN, dan PPC menjadi bagian dari budaya sekolah di seluruh satuan pendidikan Kabupaten Karawang, bukan hanya kegiatan yang dilaksanakan pada waktu tertentu.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Disdikbud Karawang, Irlan Suarlan, menilai pemahaman tenaga pendidik memiliki peran penting dalam keberhasilan program penguatan karakter.
Ia menjelaskan bahwa guru dan kepala sekolah perlu memahami cara menerapkan ketiga program tersebut agar hasil pelatihan dapat diwujudkan dalam kegiatan nyata di sekolah masing-masing.
Selain membangun kebiasaan baik, Irlan juga mengingatkan pentingnya keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan siswa.
Tiga Program untuk Membentuk Kebiasaan Positif Siswa
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menjadi salah satu fokus utama pelatihan. Program ini mendorong anak membiasakan diri bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Melalui kebiasaan tersebut, siswa diharapkan dapat mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kepedulian sosial, serta menjaga kesehatan fisik dan mental sejak usia dini.
Sementara itu, program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman diarahkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang terbebas dari perundungan dan kekerasan. Sekolah juga didorong menciptakan suasana yang bersih, inklusif, serta menghargai keberagaman peserta didik.
Adapun Pertemuan Pagi Ceria merupakan kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan sebelum pembelajaran dimulai. Berdasarkan materi kegiatan yang disampaikan, program ini dapat diisi dengan doa bersama, menyanyikan lagu kebangsaan, menjaga kebersihan, hingga pemberian motivasi kepada siswa.
Kegiatan yang berlangsung sekitar 15 menit tersebut bertujuan membangun semangat belajar dan membantu siswa memulai aktivitas sekolah dengan suasana positif.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Karawang, Yanto, turut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik siswa, tetapi juga perkembangan sikap, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
Karena itu, ia berharap peserta pelatihan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara berkelanjutan. Peran guru dan kepala sekolah dinilai penting dalam memberikan contoh sekaligus membangun budaya positif di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, keterlibatan FKPS Rumasa Diasih dalam kegiatan ini juga berkaitan dengan upaya mendukung proses transisi anak dari jenjang PAUD menuju sekolah dasar.
Forum tersebut dibentuk pada 30 Januari 2023 dengan melibatkan 35 orang dari berbagai unsur pendidikan, di antaranya guru PAUD dan TK, guru kelas awal SD, penilik, kepala sekolah, serta pengawas pembina SD.
Melalui pelatihan selama tiga hari ini, Disdikbud Karawang berharap program penguatan karakter dapat diterapkan lebih terarah dan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di sekolah.





Tinggalkan Balasan