Debu Proyek Jalan Tuparev Ganggu Warga, PUPR Karawang Siapkan Penyiraman Berkala
KARAWANG – Aktivitas perbaikan paving block di Jalan Tujuh Pahlawan Revolusi (Tuparev), Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menuai keluhan masyarakat akibat debu yang beterbangan di sekitar lokasi pengerjaan. Kondisi tersebut mengganggu kenyamanan pengendara, pejalan kaki, hingga pelaku usaha yang beraktivitas di sepanjang jalan.
Salah seorang warga, Aira (25), mengaku terganggu oleh debu ketika melintasi kawasan Tuparev pada Selasa (13/10/2026). Menurutnya, kondisi tersebut semakin tidak nyaman bagi pengguna jalan yang tidak mengenakan masker maupun kacamata.
Keluhan serupa disampaikan Saepudin (33). Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan agar dampak pekerjaan jalan tidak terus menghambat aktivitas masyarakat.
Persoalan debu juga dirasakan oleh pemilik toko, karyawan, dan pengunjung kawasan pertokoan. Pasalnya, Jalan Tuparev merupakan salah satu pusat aktivitas perdagangan di wilayah perkotaan Karawang.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, Rusman, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak selama proses perbaikan berlangsung.
Rusman menjelaskan bahwa penggunaan material batu dalam pekerjaan paving block menjadi salah satu penyebab munculnya debu. Meski sulit dihindari sepenuhnya, pihaknya berupaya mengurangi gangguan tersebut melalui sejumlah langkah penanganan.
Salah satu upaya yang disiapkan adalah penyiraman jalan secara berkala dengan bantuan kendaraan pemadam kebakaran. Langkah ini diharapkan dapat menekan debu agar tidak mudah terbawa angin maupun aktivitas kendaraan.
Selain penyiraman, PUPR Karawang juga merencanakan pembersihan sisa material dan debu pada malam hari, ketika kondisi lalu lintas lebih lengang. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat melintasi jalan dengan lebih nyaman saat aktivitas kembali meningkat pada pagi hari.
Perbaikan Jalan Sekaligus Penanganan Genangan
Tidak hanya memperbaiki permukaan paving block, proyek di Jalan Tuparev turut mencakup penambahan inlet drainase atau lubang masuknya air dari badan jalan menuju saluran pembuangan.
Penambahan fasilitas tersebut bertujuan mempercepat aliran air hujan sehingga genangan yang kerap muncul di sejumlah titik dapat dikurangi.
Menurut Rusman, salah satu kawasan yang selama ini mengalami persoalan genangan berada di ruas antara perlintasan kereta api hingga jembatan di sekitar gereja.
Meskipun pembersihan saluran drainase telah dilakukan, jumlah titik masuk air dinilai masih perlu ditingkatkan. Penambahan inlet diharapkan membantu air hujan mengalir lebih cepat dari permukaan jalan ke saluran drainase.
Di sisi lain, PUPR Karawang juga menyoroti keberadaan tumpukan material dari beberapa pekerjaan yang berlangsung bersamaan. Salah satunya merupakan penanaman jaringan utilitas bawah tanah oleh penyedia APJATEL, termasuk pekerjaan pemasangan ducting.
Rusman meminta seluruh pihak pelaksana, baik penyedia pekerjaan jalan maupun jaringan utilitas, menjaga kerapian lokasi proyek dan segera membersihkan material setelah setiap tahapan selesai.
Pekerjaan juga diminta berlangsung secara tertib dan bertahap agar tidak menambah gangguan terhadap pengguna jalan maupun kegiatan perdagangan di kawasan tersebut.
Adapun penyelesaian perbaikan Jalan Tuparev diperkirakan berlangsung hingga November 2026. Namun, Dinas PUPR Karawang berharap seluruh pekerjaan dapat dirampungkan lebih cepat, yakni pada akhir Oktober 2026.





Tinggalkan Balasan