Bocah 10 Tahun di Karawang Ditemukan Meninggal Usai Diduga Tenggelam di Saluran Irigasi
KARAWANG – Seorang anak berusia 10 tahun bernama Faiz Fakhrudin, warga Dusun Bubulak, Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya diduga tenggelam di saluran irigasi sekunder.
Korban ditemukan pada Rabu, 19 Agustus 2026 sekitar pukul 09.50 WIB di saluran irigasi wilayah Dusun Babakan, Desa Medangasem. Titik penemuan berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal korban diduga tenggelam.
Peristiwa tersebut bermula pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, seorang saksi sempat melihat korban berenang di saluran irigasi yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya.
Namun, hingga sekitar pukul 11.00 WIB, korban tidak juga kembali ke rumah. Keluarga bersama aparatur desa kemudian berkoordinasi dengan pihak kepolisian karena khawatir korban tenggelam di saluran tersebut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian pada Rabu pagi. Operasi pencarian melibatkan Satpolairud Polresta Karawang, Polsek Rengasdengklok, Basarnas Unit Karawang, BPBD Kabupaten Karawang, serta relawan KIC.
Kapolresta Karawang Kombes Pol. Mario Prahatinto melalui Kasi Humas Polresta Karawang IPDA Cep Wildan menjelaskan, proses pencarian dimulai sekitar pukul 08.00 WIB setelah pihak keluarga dan perangkat desa melaporkan korban yang belum pulang sejak diketahui berenang di saluran irigasi.
“Pencarian bersama dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan melibatkan personel Satpolairud Polresta Karawang, Polsek Rengasdengklok, Basarnas Unit Karawang, BPBD Kabupaten Karawang, serta relawan KIC,” katanya, Rabu (19/8).
Setelah dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 09.50 WIB di saluran irigasi Dusun Babakan, Desa Medangasem.
Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah keluarga untuk diserahkan kepada pihak keluarga sebelum dimakamkan.
Ketua Basarnas Karawang, Sigit, mengatakan penemuan korban berawal dari informasi masyarakat yang diterima Tim SAR Gabungan.
Menurutnya, korban ditemukan sekitar satu kilometer dari lokasi yang sebelumnya diduga menjadi titik awal tenggelam.
“Tim SAR Gabungan mendapat informasi dari warga bahwa korban telah ditemukan kurang lebih satu kilometer dari lokasi terduga tenggelam,” ujarnya.
Setelah proses evakuasi selesai, operasi pencarian secara resmi dinyatakan berakhir.
Dalam proses pencarian tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan tiga unit perahu karet atau LCR untuk menyisir sepanjang saluran irigasi.
Sigit turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi, organisasi, relawan, serta unsur potensi SAR yang terlibat selama proses pencarian berlangsung.
Polresta Karawang juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika bermain maupun beraktivitas di sekitar saluran irigasi, sungai, atau kawasan perairan lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.





Tinggalkan Balasan