KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar kegiatan khataman Al-Qur’an secara serentak di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan para penghafal Al-Qur’an atau hafiz dan hafizah dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang yang ditugaskan mendampingi aparatur sipil negara (ASN) dalam membaca Al-Qur’an hingga khatam dalam satu hari.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di lingkungan pemerintahan sekaligus memohon keberkahan bagi masyarakat Karawang.

Khataman Al-Qur’an Dilaksanakan di Seluruh Kantor OPD

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Karawang bekerja sama dengan Kemenag untuk menghadirkan para hafiz dan hafizah ke kantor-kantor OPD.

Para penghafal Al-Qur’an tersebut mendampingi pegawai pemerintahan dalam kegiatan simaan dan tadarus yang ditargetkan selesai hingga khatam pada hari yang sama.

Aep menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam aktivitas pemerintahan.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap semangat keagamaan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi aparatur pemerintah maupun masyarakat.

Kemenag Terjunkan Lima hingga Enam Hafiz dan Hafizah per OPD

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karawang, Sopian, mengatakan bahwa pelaksanaan Hari Santri Nasional 2026 di Karawang dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat.

Salah satu kegiatan utamanya adalah simaan atau tadarus Al-Qur’an di lingkungan kantor pemerintahan.

Kemenag Karawang menugaskan sekitar lima hingga enam hafiz dan hafizah untuk mendampingi kegiatan pembacaan Al-Qur’an di setiap OPD.

Para peserta membaca ayat-ayat Al-Qur’an bersama ASN hingga seluruh rangkaian khataman selesai.

Menurut Sopian, kegiatan tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan peringatan Hari Santri tahun ini dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

Karawang Miliki 632 Pondok Pesantren

Selain menggelar khataman Al-Qur’an, Bupati Aep turut menyoroti pentingnya pengembangan pendidikan pesantren di Kabupaten Karawang.

Berdasarkan data Kemenag Karawang, terdapat 632 pondok pesantren yang tersebar di berbagai kecamatan.

Keberadaan pesantren tersebut dinilai memiliki peran penting dalam pendidikan keagamaan, pembentukan karakter, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan zaman.

Aep menegaskan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap pesantren perlu terus ditingkatkan agar kontribusinya bagi masyarakat semakin luas.

Pemkab Karawang juga memberikan dukungan melalui sejumlah program, antara lain insentif bagi guru ngaji dan program beasiswa Karawang Cerdas yang turut memberikan perhatian kepada santri serta para penghafal Al-Qur’an.

Hari Santri Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Keagamaan

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Karawang juga diisi dengan kegiatan keagamaan lainnya, termasuk Karawang Berselawat dan istigasah.

Keterlibatan pemerintah daerah, Kemenag, dan kalangan pesantren diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam pengembangan pendidikan keagamaan.

Melalui khataman Al-Qur’an di seluruh OPD, Pemkab Karawang ingin menghadirkan suasana peringatan Hari Santri yang tidak hanya berlangsung di lingkungan pesantren, tetapi juga melibatkan aparatur pemerintahan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap peran santri, hafiz, hafizah, dan para pendidik agama dalam kehidupan masyarakat Karawang.