Ruko Helm di Karawang Terbakar, Perjalanan Kereta Sempat Dialihkan
KARAWANG – Kebakaran melanda sebuah rumah toko (ruko) penjual helm di Jalan Pasundan, Kelurahan Adiarsa Barat, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Kamis (20/8/2026) pagi. Kobaran api menghanguskan bangunan beserta sejumlah barang dagangan yang berada di dalam toko.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sejumlah penghuni yang saat kejadian berada di dalam ruko berhasil menyelamatkan diri setelah warga sekitar memberikan peringatan.
Ruko yang terbakar berada tepat di seberang Mapolsek Karawang Kota dan tidak jauh dari jalur rel kereta api. Api dengan cepat membesar hingga asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi di sekitar lokasi.
Salah seorang warga, Lalan, mengatakan api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di bagian belakang bangunan. Kobaran kemudian merambat hingga memasuki area toko.
“Api berasal dari belakang ruko. Di situ sedang ada pembakaran sampah, kemudian api merambat ke toko,” kata Lalan.
Saat melihat api semakin membesar, warga langsung berusaha memberi tahu para penghuni yang masih berada di dalam dengan menggedor pintu ruko.
“Saya dan warga lain setelah melihat api semakin besar dari arah belakang toko langsung menggedor-gedor pintu. Alhamdulillah, penghuni bangun dan berhasil keluar sebelum api merambat sampai ke depan toko,” ungkapnya.
Petugas pemadam kebakaran BPBD Karawang kemudian tiba di lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam. Proses pemadaman dilakukan untuk menguasai kobaran sekaligus mencegah api menjalar ke toko maupun bangunan lain di sekitarnya.
Ketua Tim Pemadam Kebakaran BPBD Karawang, Rudi Suardi, mengatakan laporan mengenai kejadian tersebut diterima petugas sekitar pukul 09.00 WIB.
Menurutnya, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan dan masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
“Kronologis kejadiannya belum bisa kami pastikan dari apa penyebabnya. Kami menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar Rudi.
Setelah mendapat laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak. Alhamdulillah, api sudah berhasil dipadamkan,” katanya.
Rudi menuturkan, posisi bangunan yang cukup dekat dengan jalur kereta api menjadi perhatian petugas selama proses pemadaman. Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan perjalanan kereta serta bangunan yang berada di sekitar titik kebakaran.
“Lokasinya dekat dengan rel kereta. Ini sangat membahayakan sekali, sehingga kami harus bergerak cepat untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik bara yang berpotensi kembali menyala. Pengawasan juga dilakukan untuk mencegah kemungkinan api merambat ke bangunan lainnya.
Kebakaran tersebut sempat berdampak pada pengaturan perjalanan kereta api. Kepala Stasiun Karawang, Bangkit, menyebut perjalanan kereta untuk sementara dialihkan dari jalur hulu menuju jalur hilir karena jalur hulu berada lebih dekat dengan lokasi kebakaran.
“Tadi ada pengalihan dari jalur hulu ke jalur hilir, karena jalur hulu itu yang dekat dengan area kebakaran. Namun, pelayanan tetap berjalan normal,” jelas Bangkit.
Ia juga mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran serta jajaran kepolisian dalam menangani kejadian tersebut sehingga api dapat segera dikendalikan.
“Terima kasih kepada jajaran Polsek Karawang Kota dan Damkar sehingga proses pemadaman bisa berjalan cepat,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan