KARAWANG – Guru dan staf SDN Kondangjaya III, Kabupaten Karawang, mendapatkan pembekalan tanggap darurat untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai kondisi darurat yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Community Emergency Response Partnership (CERP-Indonesia) 2026 atau Mitra Tanggap Darurat Komunitas Indonesia yang dilaksanakan SANY bersama sejumlah lembaga dan mitra terkait.

Program CERP-Indonesia berlangsung sejak 26 Juli hingga 8 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan SANY Foundation, China Merchants Charitable Foundation, Shenzhen Public Welfare Rescue Volunteers Federation, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), serta SANY Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut juga berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Nahdlatul Ulama, dan sejumlah lembaga lokal.

Deputy General Manager sekaligus Director Government Relations SANY Indonesia, Saanjay Shamdasani, menjelaskan bahwa program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan awal secara mandiri ketika menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, CERP-Indonesia merupakan bagian dari implementasi internasional Aliansi Tanggap Bencana Global SANY. Pengalaman serta metode penanganan keadaan darurat yang telah diterapkan di lapangan kemudian diperkenalkan kepada berbagai komunitas di Indonesia.

Salah satu lokasi pelaksanaan program berada di SDN Kondangjaya III, Karawang. Guru dan staf sekolah mengikuti sejumlah sesi pelatihan yang difokuskan pada penanganan kondisi darurat di lingkungan pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik langsung. Mereka mempelajari cara menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), melakukan resusitasi jantung paru (RJP), memindahkan korban dengan aman, hingga membuat tandu sederhana.

Materi pelatihan disusun agar dapat digunakan ketika sekolah menggelar simulasi kebencanaan maupun saat menghadapi siswa yang mengalami cedera atau kondisi medis darurat.

Proses praktik yang dilakukan para guru dan staf turut menarik perhatian siswa. Para siswa dapat menyaksikan secara langsung sejumlah teknik penanganan keadaan darurat sehingga kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pengenalan kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Kepala SDN Kondangjaya III, Nurhasanah, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, kemampuan menghadapi keadaan darurat sangat penting bagi guru dan staf karena mereka merupakan pihak yang berada dekat dengan siswa selama kegiatan sekolah berlangsung.

Pelatihan berbasis praktik juga dinilai membantu tenaga pendidik memahami langkah yang perlu dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

Secara keseluruhan, CERP-Indonesia dilaksanakan melalui delapan kelas pelatihan yang tersebar di Jakarta, Karawang, dan Yogyakarta. Sekitar 400 peserta dari berbagai komunitas tercatat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Lebih dari 70 persen rangkaian program diisi dengan praktik lapangan. Peserta dibekali sejumlah keterampilan dasar, mulai dari RJP atau CPR, pembalutan luka, hingga simulasi penanganan bencana seperti gempa bumi, banjir, serta erupsi gunung berapi.

Manager General Affairs SANY Indonesia, Rony, mengatakan metode praktik dipilih agar peserta lebih mudah memahami prosedur yang harus dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.

Peserta mengikuti pelatihan dalam kelompok kecil dengan pendampingan instruktur. Sejumlah keterampilan, seperti penggunaan APAR, RJP, pemindahan korban, dan pembuatan tandu sederhana, dipraktikkan berulang kali.

Instruktur juga memberikan evaluasi dan koreksi secara langsung untuk memastikan setiap peserta memahami prosedur penanganan dengan tepat.

Melalui kegiatan tersebut, guru dan staf SDN Kondangjaya III diharapkan memiliki kemampuan dasar yang dapat diterapkan saat menghadapi kondisi darurat, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Program CERP-Indonesia juga menjadi salah satu upaya untuk memperluas pengetahuan serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana dan situasi darurat.