Mahasiswa KKN UBP Karawang Kembangkan Bank Sampah dan Budidaya Maggot di Rengasdengklok Utara
KARAWANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang tahun 2026 berkolaborasi dengan Pemerintah Desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Karang Taruna Desa Rengasdengklok Utara untuk mengembangkan program Bank Sampah serta budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF).
Program yang berlangsung selama periode Juli hingga Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam membangun pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain berorientasi pada kebersihan lingkungan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, terutama dalam mewujudkan desa yang peduli lingkungan, mengurangi timbulan sampah, serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sebelum menjalankan program, mahasiswa KKN melakukan observasi langsung untuk melihat kondisi pengelolaan sampah di Desa Rengasdengklok Utara. Dari pengamatan tersebut, mahasiswa menemukan adanya potensi pemanfaatan sampah berdasarkan jenisnya.
Sampah anorganik yang masih memiliki nilai jual dinilai dapat dikelola melalui sistem Bank Sampah. Sementara sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan dalam proses budidaya Maggot BSF.
Mahasiswa kemudian turut melakukan penguatan terhadap pengelolaan Bank Sampah sebagai sarana untuk menampung sampah anorganik milik masyarakat.
Warga didorong untuk mulai melakukan pemilahan sampah dari lingkungan rumah masing-masing. Botol plastik, kardus, serta berbagai jenis sampah yang masih mempunyai nilai ekonomi dapat dikumpulkan sehingga tidak langsung berakhir sebagai sampah yang terbuang.
Pengelolaan Bank Sampah juga dipersiapkan agar dapat tetap berjalan setelah pelaksanaan KKN selesai. Mahasiswa melakukan koordinasi dan pendampingan bersama Pemerintah Desa, BUMDes, serta Karang Taruna terkait sistem pengelolaan yang nantinya dapat diteruskan oleh pengelola setempat.
Tidak hanya berfokus pada sampah anorganik, mahasiswa KKN juga mengembangkan budidaya Maggot Black Soldier Fly untuk membantu mengolah sampah organik rumah tangga.
Bersama BUMDes dan Karang Taruna, mahasiswa merancang sekaligus membangun kandang khusus yang dapat digunakan sebagai fasilitas budidaya maggot.
Kandang tersebut dibuat dengan mempertimbangkan kemudahan dalam proses pengoperasian dan perawatan agar dapat digunakan secara berkelanjutan oleh masyarakat maupun pengelola desa.
Melalui budidaya Maggot BSF, sampah organik yang sebelumnya berpotensi menumpuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan maggot. Di sisi lain, hasil budidaya maggot juga mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai pakan ternak hingga menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat.
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, mahasiswa KKN turut menyusun Standard Operating Procedure (SOP) serta Form Monitoring Budidaya Maggot BSF yang kemudian diserahkan kepada pihak BUMDes.
SOP tersebut menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan budidaya, mulai dari penerimaan dan pengelolaan sampah organik, pemeliharaan kandang, pemberian pakan, hingga tahapan pemanenan maggot.
Sementara Form Monitoring disiapkan untuk membantu pengelola mencatat sekaligus mengevaluasi perkembangan kegiatan budidaya secara berkala.
Penyerahan fasilitas budidaya, SOP, dan berbagai perangkat pendukung menjadi bagian dari langkah mahasiswa agar program yang telah dirintis tidak berhenti ketika masa KKN berakhir.
Pemerintah Desa Rengasdengklok Utara bersama BUMDes dan Karang Taruna diharapkan mampu meneruskan pengelolaan Bank Sampah serta budidaya maggot sebagai program pemberdayaan masyarakat sekaligus pengelolaan lingkungan.
Program tersebut mendapatkan respons positif dari pihak desa, BUMDes, maupun Karang Taruna karena dinilai mampu memberikan manfaat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah dan memanfaatkan sampah.
Direktur BUMDes turut menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa KKN UBP Karawang dalam membantu pengembangan program pengelolaan sampah di desa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Buana Perjuangan Karawang atas kontribusi yang telah diberikan. Pembangunan kandang maggot, pengembangan Bank Sampah, serta penyusunan SOP dan Form Monitoring menjadi bekal penting bagi BUMDes dalam mengembangkan program pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kami berharap program ini terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi maupun lingkungan bagi masyarakat,” ujarnya.
Karang Taruna Desa Rengasdengklok Utara juga terlibat dalam proses pembangunan kandang maupun pelaksanaan kegiatan. Keterlibatan para pemuda tersebut dinilai mampu memberikan pengalaman sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan lingkungan di wilayah desa.
Keberadaan Bank Sampah dan budidaya Maggot BSF diharapkan dapat menciptakan pola pengelolaan sampah yang lebih terpadu. Sampah anorganik dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan melalui Bank Sampah, sedangkan limbah organik dapat diolah melalui budidaya maggot.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa, BUMDes, Karang Taruna, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.
Selain membantu mengurangi persoalan sampah, pengelolaan yang dilakukan secara konsisten juga berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi berbasis lingkungan dan mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular di tingkat desa.
Mahasiswa KKN Universitas Buana Perjuangan Karawang berharap Bank Sampah dan budidaya Maggot BSF dapat terus dikembangkan hingga menjadi salah satu program unggulan Desa Rengasdengklok Utara dalam bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Informasi lebih lanjut mengenai berbagai program dan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Universitas Buana Perjuangan Karawang dapat diakses melalui laman resmi KKN UBP Karawang di kkn.ubpkarawang.ac.id.





Tinggalkan Balasan