KARAWANG – Sejumlah siswa sekolah dasar bersama puluhan warga menggelar aksi penyampaian aspirasi di sekitar lokasi pabrik pengolahan aspal di kawasan Dawuan Tengah, tak jauh dari Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, pada Rabu (29/7/2026) pagi.

Aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh pekatnya emisi asap serta bau menyengat yang keluar dari aktivitas operasional pabrik. Kepulan asap tersebut dinilai telah mengganggu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah yang lokasinya berada sangat dekat dengan area industri tersebut.

Jarak Cuma 100 Meter, Asap Perih Bikin Sesak Nafas

Berdasarkan keterangan warga setempat, pabrik pengolahan aspal tersebut berdiri di lingkungan padat penduduk dan berjarak hanya sekitar 100 meter dari area pemukiman, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta SDN Dawuan Tengah 3.

Asap tebal yang membumbung saat proses produksi berlangsung dilaporkan memicu rasa perih mendalam di mata hingga sesak di dada para siswa dan guru yang tengah belajar di kelas.

“Lokasi pabrik sangat dekat dengan SDN Dawuan Tengah 3. Asap produksinya perih di mata dan mengganggu pernapasan anak-anak saat belajar,” ungkap seorang warga dalam laporan aduannya, Rabu (29/7/2026).

Kondisi tersebut tak pelak memicu kecemasan mendalam di kalangan wali murid dan tenaga pendidik. Mereka mengkhawatirkan dampak akumulatif paparan polusi udara tersebut terhadap kesehatan paru-paru dan tumbuh kembang anak-anak dalam jangka panjang.

Desak Dinas Lingkungan Hidup Evaluasi Izin Operasional

Melalui aksi penyampaian aspirasi ini, masyarakat bersama pihak sekolah mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta instansi berwenang terkait untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendalam ke lokasi pabrik.

Warga menuntut adanya tindakan tegas serta evaluasi atas kelayakan izin Amdal pabrik pengolahan aspal tersebut, guna memastikan seluruh kegiatan produksi dilengkapi fasilitas penyaring emisi yang aman dan tidak membahayakan kesehatan publik serta lingkungan sekitar.