Dongkrak Kualitas Fasilitas Belajar, Disdikbud Karawang Kucurkan Rp66 Miliar untuk Perbaikan Sekolah
KARAWANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang tancap gas dalam membenahi infrastruktur pendidikan pada tahun anggaran 2026. Pihak dinas mempercepat realisasi program renovasi gedung sekolah dengan memfokuskan sebagian besar anggaran untuk wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 2, yang mencakup Kecamatan Rengasdengklok, Kutawaluya, Rawamerta, Jayakerta, dan Cilebar.
Dari keseluruhan dana yang disiapkan sebesar Rp66 miliar, porsi terbesar yakni sebanyak 70 persen atau setara Rp46 miliar dialokasikan khusus untuk membenahi fasilitas pendidikan di Dapil 2.
Skala Prioritas dan Dana Cadangan Darurat
Kepala Disdikbud Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, mengungkapkan bahwa penentuan porsi anggaran ini didasarkan pada hasil pemetaan skala prioritas kerusakan di lapangan. Kendati fokus pada Dapil 2, pemerintah daerah tetap menyiapkan dana pendamping sebesar Rp20 milar (30 persen) untuk wilayah lain.
Dana cadangan tersebut difungsikan sebagai langkah antisipasi cepat jika ditemukan sekolah di luar Dapil 2 yang mengalami kerusakan mendadak.
“Anggaran sekitar Rp20 milar itu disiapkan sebagai bantalan penanganan insidentil. Jadi, ketika ada laporan kerusakan yang sifatnya mendesak, kami bisa langsung mengeksekusi perbaikan agar aktivitas belajar mengajar tidak mandek,” terang Wawan, Selasa (30/6/2026).
Ratusan Paket Proyek Siap Dikerjakan
Guna mempercepat proses pengerjaan fisik di lapangan, Disdikbud Karawang telah merancang 159 paket rehabilitasi. Hingga akhir Juni ini, sebanyak 25 paket di antaranya dikonfirmasi sudah masuk dalam tahapan lelang pengadaan.
Langkah percepatan ini juga mendapat dukungan penuh dari lintas sektor, yang diperkuat oleh:
-
Ratusan paket kerja yang bersumber dari dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Karawang.
-
Dua paket usulan strategis yang dijaring melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Wawan menegaskan seluruh proses administrasi dan pengerjaan ditargetkan rampung tepat waktu. Hasil akhir dari proyek masif ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan maksimal bagi para siswa serta guru dalam ekosistem pendidikan di Karawang.





Tinggalkan Balasan