KARAWANG – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memberikan peringatan keras kepada ratusan kepala sekolah yang baru saja dilantik. Bertempat di Plaza Pemkab Karawang pada Jumat (24/4/2026), sebanyak 199 kepala sekolah tingkat SD dan SMP resmi mengambil sumpah jabatan untuk mengemban tugas baru mereka.

Dalam arahannya, Bupati Aep menekankan bahwa integritas adalah harga mati dalam memimpin institusi pendidikan. Ia secara spesifik melarang keras adanya praktik pungutan liar (pungli) maupun penyalahgunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Bapak ibu jangan macam-macam, bekerjalah dengan baik. Jangan zolim, karena itu termasuk orang-orang yang merugi,” tegas Aep di hadapan para terlantik.

Lulus Seleksi Ketat, Bebas Jual Beli Jabatan
Menepis isu miring, Bupati memastikan bahwa seluruh kepala sekolah yang terpilih telah melewati proses seleksi yang transparan dan akuntabel. Ia menjamin tidak ada praktik jual beli jabatan dalam mutasi dan promosi kali ini.

Aep menjelaskan bahwa pengangkatan ini telah menempuh berbagai tahapan resmi, termasuk koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa sosok yang mengisi jabatan kepala sekolah adalah individu yang kompeten dan memenuhi persyaratan administratif maupun kinerja.

“Ini bukan proses tiba-tiba, semua sudah melalui tahapan, termasuk ke BKN,” pungkasnya.