KARAWANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Karawang mengakui tengah kewalahan menghadapi lonjakan volume sampah yang signifikan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 H. Kondisi ini menyebabkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jalupang yang sudah melampaui kapasitas (over capacity) semakin terbebani.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Karawang, Willyanto Salmon, mengungkapkan bahwa dalam kondisi normal pun, beban sampah yang masuk ke TPA Jalupang sudah mencapai angka yang sangat tinggi.

“Dalam kondisi normal saja, volume sampah yang masuk ke TPA Jalupang sudah sekitar 400 ton per hari. Itu artinya secara kapasitas sebenarnya sudah over, apalagi setelah Lebaran beban semakin tinggi,” ujar Willy, Senin (1/4/2026).

Kendala Armada dan Penumpukan di Jalur Mudik

Willy menjelaskan bahwa lonjakan volume sampah ini tidak sebanding dengan kemampuan pengangkutan di lapangan. Keterbatasan jumlah armada memaksa petugas untuk bekerja ekstra guna menangani penumpukan di berbagai titik.

  • Pengangkutan Bertahap: Akibat armada yang terbatas, sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun titik liar tidak dapat terangkut secara cepat dalam satu waktu.

  • Titik Penumpukan: Sampah masih terlihat menumpuk di sejumlah lokasi, termasuk jalur-jalur yang sebelumnya dilalui oleh para pemudik.

  • Estimasi Waktu: Kondisi ini diprediksi akan terus berlangsung hingga beberapa minggu ke depan sampai seluruh material sampah berhasil dievakuasi ke TPA.

Ancaman Risiko Lingkungan

Situasi ini tidak hanya menekan operasional TPA Jalupang dengan meningkatnya tinggi timbunan sampah dalam waktu singkat, tetapi juga memicu risiko lingkungan yang serius. Dominasi sampah organik meningkatkan produksi air lindi, yang menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan. Selain itu, potensi terjadinya longsor dan kebakaran di area TPA juga ikut meningkat.

Willy menambahkan bahwa sistem pengelolaan saat ini yang masih menggunakan metode open dumping membuat penanganan belum optimal, terutama saat menghadapi lonjakan besar seperti sekarang.

Dorongan Solusi dari Hulu

Sebagai langkah strategis ke depan, DLH Karawang mendorong penguatan pengelolaan sampah mulai dari sisi hulu agar beban yang masuk ke TPA dapat ditekan. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain:

  • Penguatan Berbasis Wilayah: Mengoptimalkan peran TPS3R dan TPST di tingkat wilayah.

  • Pengolahan di Sumber: Mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik secara mandiri.

  • Pembatasan Residu: Melakukan pembatasan terhadap sampah residu yang dibuang ke TPA.

  • Teknologi RDF: Mendorong pengembangan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih modern.