220 Becak Listrik Dibagikan di Karawang, Prioritaskan Penarik Becak Lansia
KARAWANG – Sebanyak 220 penarik becak di Kabupaten Karawang kini mulai beralih menggunakan becak listrik untuk membantu aktivitas sehari-hari mereka. Ratusan unit kendaraan tersebut diserahkan kepada para penerima pada Jumat (2/10).
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Aula Husni Hamid, Kompleks Pemerintah Kabupaten Karawang. Setelah kegiatan selesai, para penerima langsung membawa becak listrik tersebut keluar dari lingkungan Pemkab Karawang dan menggunakannya menuju jalan raya.
Bantuan becak listrik tersebut merupakan bagian dari program Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) yang menjalankan sejumlah program sosial Presiden RI Prabowo Subianto.
Selain becak listrik, sejumlah bantuan lain juga disalurkan melalui program tersebut, mulai dari tablet pintar, pembangunan rumah layak huni, sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI), hingga pembangunan fasilitas posyandu.
Ketua Yayasan GSN, Letjen TNI (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, mengatakan distribusi becak listrik dilakukan secara bertahap. Penyaluran disesuaikan dengan kesiapan produksi sekaligus kebutuhan penerima di masing-masing wilayah.
Untuk Kabupaten Karawang, sebanyak 220 unit telah diberikan setelah calon penerima sebelumnya menjalani proses verifikasi.
Menurut Teguh, wilayah Pulau Jawa masih mendapatkan porsi distribusi terbesar karena jumlah penarik becak di wilayah tersebut relatif lebih banyak dibandingkan daerah lainnya.
“Lebih fokus di daerah Jawa. Karena secara umum populasi paling banyak adalah Jawa,” kata Teguh, Jumat (2/10).
Meski demikian, penyaluran bantuan mulai diperluas ke luar Pulau Jawa. Salah satunya Papua yang telah menyampaikan permohonan resmi kepada pihak yayasan.
“Ada juga permintaan dari Papua, sudah bersurat kepada kami. Kami sedang rencanakan untuk kirim ke sana,” ujarnya.
Teguh menjelaskan, setelah proses produksi selesai, becak listrik akan kembali disalurkan ke daerah-daerah yang belum menerima bantuan. Program tersebut ditargetkan dapat menjangkau seluruh penarik becak di Indonesia secara bertahap.
“Targetnya seluruh penarik becak akan dapat becak listrik,” ucapnya.
Dalam menentukan penerima bantuan, usia menjadi salah satu pertimbangan utama. Penarik becak yang telah lanjut usia menjadi kelompok yang diprioritaskan, dimulai dari mereka yang berusia sekitar 80 tahun, kemudian 70 tahun, dan dilanjutkan kelompok usia 60 tahun.
“Kalau usia ada 80, 80 dulu kira-kira. Kemudian turun ke 70. Kalau semua 70 sudah dapat semua, turun ke 60,” jelas Teguh.
Becak listrik yang disalurkan merupakan produk dalam negeri yang diproduksi PT Pindad. Kendaraan tersebut telah mengalami berbagai penyempurnaan agar lebih nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan.
Menurut Teguh, peningkatan juga dilakukan agar becak listrik lebih mampu melintasi jalan menanjak.
“Sekarang sudah jauh lebih disempurnakan dibanding yang sebelum-sebelumnya. Tanjakan, apa segala macam,” katanya.
Selain itu, becak listrik tersebut dirancang mampu membawa beban hingga sekitar 250 kilogram.
Teguh juga menegaskan bantuan tersebut tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan. Becak listrik masih dapat diwariskan atau diteruskan kepada anak penerima apabila diperlukan, tetapi tidak boleh dialihkan melalui transaksi komersial.
“Diturunkan ke anaknya boleh, tapi tidak boleh dijual,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Karawang Aep Syaepuloh memastikan seluruh penerima telah melewati proses verifikasi agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Aep menilai penggunaan becak listrik dapat meringankan aktivitas para penarik becak, khususnya mereka yang sebelumnya harus mengandalkan tenaga fisik untuk mengayuh kendaraan saat membawa penumpang.
“Ini justru malah lebih ringan, lebih enak,” ujar Aep.
Pemkab Karawang juga akan mempertimbangkan penyediaan fasilitas pendukung untuk perawatan kendaraan tersebut. Salah satu rencana yang didorong adalah tersedianya fasilitas perawatan di setiap pangkalan becak.
“Nanti meminta minimal di setiap pangkalan,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan