KARAWANG – Program pemberian telur yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Karawang selama tiga bulan mulai menunjukkan perkembangan positif di Kecamatan Kotabaru. Jumlah anak yang tercatat mengalami stunting di wilayah tersebut turun dari 118 anak pada Mei 2026 menjadi 108 anak pada akhir Juli 2026.

Camat Kotabaru, Ahmad Mustopa, mengatakan program tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Karawang dalam membantu penanganan stunting sekaligus memperbaiki kondisi gizi anak.

Program yang digagas Bupati Karawang itu menyasar anak dengan kondisi stunting maupun gizi kurang. Pada awal pelaksanaan pada Mei 2026, tercatat sebanyak 118 anak mengalami stunting dan 10 anak lainnya mengalami gizi kurang.

“Alhamdulillah, program Pak Bupati pemberian telur selama tiga bulan, dari bulan Mei, ada 118 anak stunting dan 10 anak gizi kurang. Jadi totalnya ada 128 anak yang mendapatkan program,” kata Ahmad Mustopa, Rabu, 5 Agustus 2026.

Selama tiga bulan pelaksanaan, anak-anak yang menjadi sasaran program memperoleh tambahan asupan makanan berupa telur. Intervensi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Ahmad menjelaskan, berdasarkan pendataan hingga akhir Juli 2026, jumlah anak yang mengalami stunting berkurang sebanyak 10 orang.

“Setelah tiga bulan, per akhir bulan Juli, alhamdulillah anak stunting dari 118 menjadi 108. Alhamdulillah turun 10 anak,” ujarnya.

Penurunan angka tersebut menjadi salah satu perkembangan dari pelaksanaan program pemberian makanan tambahan di Kecamatan Kotabaru. Pemerintah daerah berharap intervensi gizi secara berkelanjutan dapat membantu memperbaiki kondisi pertumbuhan anak sekaligus menekan angka stunting di Karawang.