Aksi Pencurian di Jayakerta: Proyek Desa Terhenti Usai Logistik dan Mesin Pompa Digasak Maling
KARAWANG – Proyek pembangunan di Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, terpaksa berhenti mendadak setelah area kerja mereka disatroni pencuri. Insiden ini mengakibatkan kerugian material yang cukup signifikan bagi pemerintah desa setempat.
Aksi kriminalitas tersebut pertama kali terdeteksi pada Selasa (12/05/2026) ketika para buruh bangunan mendapati lokasi proyek sudah dalam kondisi kosong tanpa peralatan kerja. Akibat hilangnya alat-alat krusial, operasional pembangunan tidak dapat dilanjutkan.
Kerugian Capai Jutaan Rupiah
Berdasarkan pendataan sementara, pelaku berhasil menggasak berbagai jenis material dan perlengkapan, di antaranya:
-
Mesin pompa air.
-
Instalasi kabel dan lampu.
-
Hingga kipas angin.
Bendahara Desa Kemiri, Lia Anggrawati, menyebutkan bahwa total nilai kerugian akibat kejadian ini diperkirakan menembus angka lebih dari Rp3 juta. Lia juga menambahkan bahwa kehilangan barang di lingkungan desa sebenarnya bukan kali pertama terjadi, namun insiden kali ini adalah yang terbesar dari sisi dampak finansial.
Langkah Hukum di Polsek Rengasdengklok
Merespons kejadian tersebut, aparat Desa Kemiri yang dipimpin oleh Sekretaris Desa Gunawan, didampingi Kaur Trantib dan Bendahara Desa, langsung mengambil langkah tegas dengan melapor ke pihak berwajib.
Laporan resmi telah dilayangkan ke Polsek Rengasdengklok guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihak pemerintah desa berharap kepolisian dapat segera mengidentifikasi dan menangkap pelaku agar keamanan di wilayah Jayakerta, khususnya di aset-aset pemerintahan, dapat kembali kondusif serta mencegah terjadinya aksi serupa di masa mendatang.





Tinggalkan Balasan