KARAWANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kabupaten Karawang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada periode 26–27 Oktober 2026.

Perubahan kondisi cuaca di wilayah Karawang diperkirakan dapat berlangsung cukup cepat. Setelah cuaca cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, peluang terbentuknya awan hujan meningkat memasuki siang hingga sore.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktivitas atmosfer lokal di Jawa Barat. Suhu udara yang cukup tinggi pada siang hari serta kelembapan udara yang tinggi dapat mendukung pertumbuhan awan hujan, termasuk awan Cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan deras, petir, dan angin kencang dalam waktu relatif singkat.

Pada pagi hingga menjelang siang, cuaca di sejumlah wilayah Karawang diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun, masyarakat perlu mewaspadai perubahan cuaca ketika memasuki siang dan sore hari.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpeluang turun di sejumlah wilayah. Dalam kondisi tertentu, intensitas hujan dapat meningkat secara lokal dan disertai kilat atau petir serta hembusan angin kencang.

Sementara pada malam hari, intensitas hujan diperkirakan mulai menurun dan kondisi cuaca berangsur kembali berawan.

Berdasarkan prakiraan BMKG, suhu udara di Kabupaten Karawang berada pada kisaran sekitar 24 hingga 32 derajat Celsius. Sementara tingkat kelembapan udara terpantau cukup tinggi, bahkan dapat mendekati 95 persen atau lebih di sejumlah wilayah.

BMKG juga menerbitkan peringatan dini atau nowcast untuk sejumlah kecamatan di Kabupaten Karawang. Pada Senin, 26 Oktober 2026, wilayah Ciampel dan Klari termasuk daerah yang mendapat perhatian karena berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir.

Selanjutnya pada dini hari Selasa, 27 Oktober 2026, peringatan cuaca juga mencakup Kecamatan Cibuaya dan Pedes. Peringatan tersebut berkaitan dengan potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan kondisi cuaca berbahaya lainnya.

Masyarakat diminta memperhatikan kemungkinan munculnya dampak akibat cuaca buruk, seperti berkurangnya jarak pandang saat berkendara, genangan air atau banjir lokal, hingga risiko pohon dan benda lain tumbang akibat angin kencang.

Pengendara yang melintas di jalur utama Karawang maupun ruas Tol Jakarta-Cikampek juga diimbau meningkatkan kehati-hatian apabila hujan turun dengan intensitas tinggi karena jarak pandang dapat berkurang secara tiba-tiba.

Ketika terjadi hujan disertai petir dan angin kencang, masyarakat disarankan menghindari berteduh di bawah pohon besar, di dekat tiang listrik, baliho, maupun papan reklame yang berisiko roboh.

Barang-barang yang berada di luar rumah dan mudah terbawa angin juga sebaiknya diamankan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya angin kencang.

Masyarakat diimbau terus mengikuti informasi cuaca terbaru karena peringatan dini BMKG bersifat jangka pendek dan dapat diperbarui mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.