KARAWANG – Pemerintah terus memperluas akses listrik bagi masyarakat melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Listrik Desa (Lisdes). Di Kabupaten Karawang, sebanyak 683 rumah tangga ditargetkan menerima bantuan sambungan listrik gratis sepanjang 2026.

Program tersebut tidak hanya membantu warga yang belum memiliki sambungan listrik sendiri, tetapi juga memperkuat jaringan kelistrikan di sejumlah wilayah yang masih mengalami keterbatasan tegangan.

Salah satu lokasi pelaksanaannya berada di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, meninjau langsung pelaksanaan program tersebut pada Kamis (15/10/2026).

Pemerintah Perkuat Pasokan Listrik di Desa Muara Baru

Bahlil menjelaskan bahwa sebagian wilayah Desa Muara Baru sebenarnya telah menikmati layanan listrik. Namun, tegangan yang rendah menyebabkan pasokan energi belum dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah melakukan penguatan jaringan listrik dengan membangun gardu distribusi berkapasitas 50 kilovolt ampere (kVA) dan menambah tiang listrik.

Pembangunan ini berlangsung di Dusun Prau Bosok, Desa Muara Baru, sebagai bagian dari Program Listrik Desa Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, infrastruktur yang dibangun meliputi jaringan tegangan menengah sepanjang 0,549 kilometer sirkuit dan jaringan tegangan rendah sepanjang 0,91 kilometer sirkuit.

Gardu distribusi dan jaringan tersebut disiapkan untuk mendukung kebutuhan listrik sekitar 93 calon pelanggan rumah tangga.

Penguatan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan kualitas pasokan listrik sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi keterbatasan tegangan saat menggunakan peralatan elektronik sehari-hari.

Program BPBL Bantu Warga yang Terkendala Biaya

Selain memperkuat jaringan listrik, pemerintah menyediakan bantuan pemasangan listrik baru bagi rumah tangga yang belum memiliki sambungan mandiri.

Menurut Bahlil, biaya penyambungan listrik baru yang dapat mencapai sekitar Rp2 juta menjadi salah satu kendala bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Akibat keterbatasan biaya tersebut, sebagian warga selama ini terpaksa menggunakan sambungan listrik dari rumah tetangga.

Melalui program BPBL, masyarakat penerima manfaat bisa memperoleh sambungan listrik sendiri tanpa harus menanggung biaya pemasangan yang tercakup dalam bantuan.

Penerima program mendapatkan instalasi listrik rumah, pemeriksaan kelayakan instalasi, hingga sambungan ke jaringan PLN.

Bantuan mencakup instalasi berupa tiga titik lampu, satu sakelar ganda, satu sakelar tunggal, satu stopkontak, serta sistem pembumian.

Selain itu, penerima memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO), biaya penyambungan listrik PLN berdaya 900 volt ampere (VA), serta token listrik perdana senilai Rp100.000.

Dengan fasilitas tersebut, masyarakat diharapkan dapat menggunakan listrik secara lebih aman dan mandiri.

Sebanyak 299 Rumah di Karawang Sudah Menikmati Listrik

Pemerintah menetapkan target bantuan pemasangan listrik gratis bagi 683 rumah tangga di Kabupaten Karawang pada 2026.

Berdasarkan perkembangan yang disampaikan Kementerian ESDM pada 15 Oktober 2026, pelaksanaan program tersebut telah mencapai beberapa tahapan.

Sebanyak 299 rumah tangga telah mendapatkan aliran listrik, sementara 360 rumah tangga telah menyelesaikan pemasangan instalasi dan masih menunggu penyalaan.

Adapun 24 rumah tangga lainnya masih dalam proses pemasangan instalasi listrik.

Khusus di Kecamatan Cilamaya Wetan, program BPBL ditargetkan menjangkau 52 rumah tangga.

Dari jumlah tersebut, tujuh rumah telah menikmati listrik, 41 rumah selesai dipasangi instalasi dan menunggu penyalaan, sedangkan empat rumah masih menjalani proses pemasangan.

Data ini menunjukkan bahwa tidak seluruh penerima bantuan langsung mendapatkan listrik pada waktu yang bersamaan karena sebagian masih menunggu penyelesaian tahapan teknis.

Sebagai perbandingan, program BPBL pada 2025 telah menjangkau sebanyak 915 rumah tangga di Kabupaten Karawang.

Pemerintah Targetkan Seluruh Desa Berlistrik pada 2030

Penguatan jaringan listrik di Karawang merupakan bagian dari program pemerataan energi nasional yang dijalankan pemerintah.

Bahlil menyampaikan bahwa masih terdapat sekitar 11.000 desa di Indonesia yang belum memperoleh akses listrik secara memadai, sementara jutaan rumah tangga belum memiliki sambungan listrik sendiri.

Pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia dapat menikmati layanan kelistrikan pada periode 2029 hingga 2030.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah bersama PLN diminta terus mendata desa, dusun, dan rumah tangga yang masih membutuhkan infrastruktur maupun bantuan sambungan listrik.

Di Jawa Barat, program BPBL pada 2026 ditargetkan menjangkau sebanyak 25.000 rumah tangga.

Pemerintah berharap perluasan dan peningkatan kualitas pasokan listrik dapat mendukung berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga dan pendidikan hingga pengembangan usaha kecil.

Kehadiran jaringan listrik yang lebih baik juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi dan kualitas hidup warga, khususnya di wilayah pedesaan Kabupaten Karawang.