KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang terus mempercepat sejumlah proyek infrastruktur dan penataan kawasan untuk mempercantik wajah kota sekaligus mengurangi persoalan kemacetan di sejumlah titik strategis.

Berbagai pekerjaan tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang serta dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Nilai anggaran yang dialokasikan untuk sejumlah proyek bahkan mencapai miliaran rupiah.

Salah satu kawasan yang tengah mendapat perhatian adalah Flyover Cikampek. Area di bawah jembatan layang tersebut ditata agar terlihat lebih rapi dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Penataan Flyover Cikampek mencakup pengecatan mural informatif dengan luas sekitar 6.000 meter persegi. Selain memperindah kawasan, pemerintah juga menyiapkan taman, area skateboard, jalur pedestrian hingga perbaikan sistem drainase di sekitar Pasar Cikampek.

Progres pembangunan taman di bawah Flyover Cikampek saat ini disebut telah mencapai sekitar 70 persen. Penataan kawasan tersebut mendapat dukungan CSR dari Pacific Paint dan ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2026.

Selain mempercantik kawasan perkotaan, Pemkab Karawang juga melakukan perbaikan pada ruas jalan yang menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat.

Di kawasan Interchange Karawang Barat, rekonstruksi dilakukan di Jalan Tarumanegara sepanjang sekitar 675 meter dengan lebar lima meter. Proyek tersebut menggunakan konstruksi beton dan dikerjakan secara bertahap dalam enam segmen.

Pembagian pekerjaan menjadi beberapa segmen dilakukan agar aktivitas kendaraan menuju maupun keluar Tol Jakarta-Cikampek tetap berjalan. Untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama pekerjaan berlangsung, bahu jalan juga diperlebar sementara.

Proyek rekonstruksi Jalan Interchange Karawang Barat tersebut menggunakan APBD Kabupaten Karawang dengan nilai sekitar Rp4,9 miliar. Berdasarkan masa kontrak, pekerjaan ditargetkan selesai pada 7 Desember 2026.

Peningkatan infrastruktur juga dilakukan di akses Tol Karawang Timur yang selama ini menjadi salah satu jalur padat, khususnya akibat tingginya aktivitas kendaraan dari kawasan industri.

Pekerjaan di kawasan tersebut meliputi pelebaran serta pembetonan jalan sepanjang sekitar 416 meter. Lebar jalan yang dibangun bervariasi antara tujuh hingga sembilan meter pada masing-masing sisi.

Proyek peningkatan akses Tol Karawang Timur menelan anggaran sekitar Rp6,5 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang. Pengerjaan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Melalui berbagai proyek tersebut, penataan infrastruktur diharapkan tidak hanya memberikan tampilan baru bagi sejumlah kawasan di Karawang, tetapi juga meningkatkan kenyamanan, keselamatan, serta kelancaran mobilitas masyarakat.