KARAWANG – Prof. Dr. Safuri Musa, M.Pd. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA).

Prosesi pengukuhan berlangsung di Aula Syekh Quro UNSIKA pada Selasa, 6 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Dies Natalis Penegerian ke-12 UNSIKA. Dengan bertambahnya Prof. Safuri, UNSIKA kini tercatat memiliki lima guru besar.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Safuri menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Pendidikan Masyarakat di Tengah Perubahan: Menjangkau, Membelajarkan dan Memberdayakan Masyarakat Menuju Kehidupan yang Lebih Bermakna (Human Flourishing)”.

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak seharusnya hanya berlangsung di sekolah maupun perguruan tinggi. Menurutnya, akses belajar perlu tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat dalam setiap tahap kehidupan, mulai dari usia dini hingga lanjut usia.

Prof. Safuri menilai masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau pendidikan formal. Kondisi itu mencakup anak yang tidak bersekolah, siswa yang putus sekolah, hingga lulusan perguruan tinggi yang belum memperoleh pekerjaan dan membutuhkan tambahan kemampuan.

Karena itu, keberadaan pendidikan masyarakat melalui jalur nonformal dinilai memiliki peranan penting sebagai pelengkap pendidikan formal. Melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan, masyarakat dapat memperoleh bekal yang sesuai dengan kebutuhan kehidupan maupun dunia kerja.

Ia juga menegaskan bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas. Pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh seseorang dari kehidupan sehari-hari turut menjadi bagian dari pendidikan sepanjang hayat.

Perhatian terhadap kelompok yang belum memperoleh layanan pendidikan secara maksimal juga menjadi sorotan. Menurut Prof. Safuri, masyarakat di kawasan pesisir, pedalaman, penyandang buta aksara, hingga mereka yang mengalami putus sekolah perlu tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Dalam konsep pendidikan masyarakat, terdapat tiga peran utama yang perlu dijalankan, yakni menjangkau masyarakat yang belum mendapat layanan pendidikan, memberikan pembelajaran tambahan bagi mereka yang membutuhkan, serta membantu masyarakat menjadi lebih berdaya.

Prof. Safuri menambahkan bahwa pendidikan seharusnya tidak berhenti pada pencapaian pengetahuan dan keterampilan individu. Lebih jauh, pendidikan diharapkan mampu membentuk seseorang agar dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Gagasan tersebut dikaitkannya dengan konsep human flourishing, yaitu kondisi ketika seseorang mampu mengembangkan potensi dirinya sekaligus menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi orang lain.

Pengukuhan sebagai guru besar menjadi bagian penting dari perjalanan panjang Prof. Safuri di bidang pendidikan, birokrasi, dan akademik. Ia merupakan lulusan S1 IKIP Bandung serta melanjutkan studi magister dan doktoral di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

Dalam perjalanan kariernya, Prof. Safuri juga pernah berkecimpung sebagai praktisi pendidikan dan birokrat di sejumlah wilayah, di antaranya Timor Timur, Bandung, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan.

Memasuki fase pengabdian sebagai akademisi, ia ingin lebih banyak memberikan kontribusi melalui tulisan, pemikiran, dan karya ilmiah yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan dunia pendidikan.

Ia turut mengajak seluruh sivitas akademika UNSIKA untuk mengambil peran sesuai tugas masing-masing dalam membangun dan memajukan kampus.

Selain itu, Prof. Safuri berpesan kepada generasi muda agar terus meningkatkan kemampuan, memperkuat daya tahan, serta mampu beradaptasi dengan perubahan dan tantangan zaman yang berkembang semakin cepat.