KARAWANG – Pengembangan batik khas Karawang terus didorong agar semakin dikenal masyarakat luas hingga mampu bersaing di pasar internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Batik Inklusif 2026 yang melibatkan generasi muda, pelaku ekonomi kreatif, hingga penyandang disabilitas.

Beragam kegiatan turut memeriahkan acara tersebut, mulai dari pembuatan bros berbahan perca batik, talk show, beauty class bersama Wardah, hingga pertunjukan musik secara langsung.

Akeyla Naraya mengatakan, keterlibatan penyandang disabilitas merupakan bagian penting dalam pengembangan batik. Menurutnya, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat terlibat sebagai peserta kegiatan, tetapi juga memiliki kemampuan menghasilkan karya kreatif yang mempunyai nilai ekonomi.

Ia berharap momentum peringatan Hari Batik Nasional dapat semakin mendorong masyarakat untuk mengenal dan menggunakan batik Karawang, terutama di kalangan generasi muda.

“Harap batik itu lebih bisa global dan harap anak-anak muda juga bisa memakai batik sehari-hari,” ujarnya.

Akeyla sebelumnya juga telah memperkenalkan batik Karawang melalui sejumlah kegiatan di luar negeri. Kiprahnya mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Karawang sebagai bagian dari promosi produk ekonomi kreatif daerah ke tingkat internasional.

Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang, Abbas Sudrajat, menyampaikan bahwa Batik Inklusif 2026 menjadi salah satu wadah untuk memperkuat promosi batik Karawang sebagai bagian dari subsektor ekonomi kreatif.

Pemkab Karawang, kata Abbas, terus mendukung berbagai langkah yang dapat membawa batik khas daerah semakin dikenal di tingkat internasional. Terlebih, batik Karawang telah mencatatkan prestasi dalam ajang yang digelar di luar negeri.

“Intinya mempromosikan produk batik Karawang. Dan mendapat predikat terbaik kedua di Kyrgyzstan,” katanya.

Abbas juga mengapresiasi keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkarya dan mengembangkan kreativitas.

“Ini pun kita juga mengapresiasi, ternyata dengan keterbatasan mereka juga punya motivasi dan kemampuan untuk mau berbuat, mau membatik,” ujarnya.

Ia berharap batik Karawang ke depan tidak hanya berkembang di pasar lokal dan nasional, tetapi juga semakin memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Karawang sekaligus Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Karawang, Dindin Rachmadhy, mengatakan salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa Karawang memiliki batik dengan identitas dan ciri khas tersendiri.

Menurut Dindin, pengenalan batik Karawang perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak hanya mengenal produk batik yang berasal dari daerah lain.

“Karawang itu punya batik. Membumikan bahwa Karawang itu punya batik dulu,” katanya.

Saat ini sedikitnya terdapat 12 motif batik yang berkembang di Karawang. Berbagai motif tersebut terinspirasi dari kekayaan alam, sejarah, dan budaya daerah, mulai dari padi, turubuk, Candi Jiwa, eceng gondok, sungai, gunung, seni jaipongan hingga unsur pewayangan.

Jumlah motif tersebut masih memungkinkan untuk terus berkembang seiring munculnya berbagai inovasi dari pelaku usaha, sanggar, maupun komunitas batik di Karawang.

“Kita tetap melaksanakan kombinasi dengan sanggar-sanggar ini. Jadi tinggal kita coba mana yang menjadi main, mana yang menjadi pendukung,” ujarnya.

Batik Inklusif 2026 turut menghadirkan Talk Show Series for Global Vision bersama Akeyla Naraya. Selain itu, digelar pula diskusi bersama Ketua Harian Dekranasda Kabupaten Karawang serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Pipik Taufik Ismail.

Melalui kegiatan tersebut, pengembangan batik Karawang tidak hanya berfokus pada pelestarian warisan budaya, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif.

Keterlibatan generasi muda serta penyandang disabilitas diharapkan dapat memperluas ruang kreativitas sekaligus membuka peluang bagi batik Karawang untuk semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.