KARAWANG – Ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih membayangi kesehatan masyarakat, terutama saat intensitas hujan mulai meningkat. Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang meminta warga untuk lebih proaktif dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara mandiri.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menegaskan bahwa langkah paling ampuh untuk memutus rantai penularan DBD adalah dengan menerapkan prinsip 3M Plus. Menurutnya, langkah ini jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penyemprotan asap atau fogging.

“Pencegahan yang utama itu PSN 3M Plus. Sebab, nyamuk penular DBD ini justru berkembang biak di genangan air bersih yang tidak mengalir, yang posisinya seringkali ada di sekitar area rumah kita sendiri,” ungkap Yayuk.

Yayuk merinci, masyarakat harus disiplin dalam menutup rapat semua wadah penampungan air, mulai dari bak mandi hingga ember plastik. Selain itu, pengurasan tempat penampungan air wajib dilakukan minimal satu kali dalam seminggu. Hal ini penting karena siklus hidup nyamuk dari telur hingga dewasa hanya memakan waktu sekitar 5 sampai 10 hari saja.

Tak hanya soal kuras-menguras, warga juga diimbau untuk lebih peduli terhadap barang-barang bekas di sekitar rumah. Botol kosong, ban bekas, atau wadah tak terpakai lainnya sebaiknya didaur ulang atau disingkirkan agar tidak menjadi sarang nyamuk saat terisi air hujan.

“Kami juga mendorong adanya gerakan satu rumah satu jumantik. Artinya, ada satu anggota keluarga yang khusus bertugas memantau keberadaan jentik nyamuk di rumah masing-masing. Jika lingkungan bersih dan jentik terpantau, otomatis risiko penyebaran bisa kita tekan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yayuk mengingatkan bahwa fogging bukanlah solusi tunggal. Pasalnya, penyemprotan tersebut hanya mematikan nyamuk dewasa, sementara jentik-jentik yang tersembunyi di genangan air tetap akan hidup dan berkembang. Melalui kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan, Dinkes Karawang berharap angka kasus DBD di wilayahnya dapat ditekan secara signifikan.