KARAWANG – Ratusan warga yang terdampak musibah banjir di Kabupaten Karawang memperlihatkan antusiasme tinggi saat mendatangi layanan kesehatan keliling. Meski harus menunggu giliran hingga malam hari, warga tetap bertahan demi mendapatkan pemeriksaan medis secara cuma-cuma.

Aksi sosial ini dimotori oleh Tim Baguna dan Bidang Kesehatan PDI Perjuangan yang menyisir wilayah Karawang pada Senin (2/2). Dua lokasi menjadi sasaran utama layanan bus klinik berjalan ini, yakni Terminal Tanjung Pura dan Desa Kalang Sari.

Pantauan di lokasi, puluhan warga sudah mulai memadati halte Terminal Tanjung Pura sejak pagi hari, bahkan sebelum pendaftaran resmi dibuka. Begitu operasional dimulai pada pukul 09.30 WIB, tiga orang dokter langsung sigap melayani keluhan pasien di dalam bus yang telah disulap menjadi ruang periksa.

Alurnya cukup sederhana: warga melakukan pendataan awal dan cek tensi, kemudian membawa catatan keluhan mereka ke atas bus untuk didiagnosis dokter hingga mendapatkan resep obat dari apoteker. Tercatat ada 115 orang, mayoritas lansia, yang terlayani di titik pertama ini.

Kendala Medan di Desa Kalang Sari Perjalanan tim berlanjut ke Desa Kalang Sari. Namun, akses menuju lokasi kedua ini tidaklah mudah. Meski kondisi jalan sudah dibeton, ukurannya yang sempit memaksa kru bus klinik untuk bekerja ekstra keras melakukan manuver kendaraan.

Butuh waktu hampir satu jam bagi tim untuk memposisikan tiga bus besar tersebut agar tidak mengganggu lalu lintas desa. Namun, rasa lelah tim terbayar begitu melihat kerumunan warga yang sudah tidak sabar menunggu kehadiran tenaga medis.

Sebagai bentuk apresiasi atas kesabaran warga, panitia juga membagikan paket berupa mie instan dan roti kepada setiap pasien yang hadir. Layanan di lokasi kedua ini berlangsung marathon dari siang hingga pukul 20.30 WIB dengan total 245 pasien yang tertangani.

Rencananya, aksi kemanusiaan ini akan terus berlanjut di Karawang. Tim medis dijadwalkan kembali menyambangi dua titik lokasi berbeda pada hari ini guna memastikan kondisi kesehatan warga pasca-banjir tetap terjaga.