Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah Tembus Rp82.300, Harga Beras Masih Tinggi
Tekanan harga pada sejumlah komoditas pangan pokok di Indonesia masih berlanjut. Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional per Kamis (5/3/2026) pukul 10.00 WIB, lonjakan signifikan masih terjadi pada komoditas cabai dan bawang.
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan kenaikan paling mencolok, menyentuh angka Rp82.300 per kilogram. Tingginya harga ini diikuti oleh bawang merah yang dibanderol Rp43.450 per kg dan bawang putih di level Rp39.350 per kg pada tingkat pedagang eceran.
Daftar Lengkap Harga Komoditas Pangan (Maret 2026)
Untuk memudahkan Anda memantau fluktuasi pasar, berikut adalah rangkuman harga pangan nasional yang dihimpun dari data Bank Indonesia:
1. Kelompok Beras (Bervariasi Berdasarkan Kualitas)
Harga beras masih menunjukkan tren stabil tinggi di seluruh kategori:
-
Kualitas Bawah: Rp14.300 – Rp14.500 per kg.
-
Kualitas Medium: Rp15.600 – Rp15.650 per kg.
-
Kualitas Super: Rp16.450 – Rp16.700 per kg.
2. Kelompok Cabai & Bumbu Dapur
-
Cabai Rawit Merah: Rp82.300 per kg.
-
Cabai Rawit Hijau: Rp48.600 per kg.
-
Cabai Merah Keriting: Rp40.300 per kg.
-
Cabai Merah Besar: Rp38.800 per kg.
3. Protein Hewani & Sembako Lainnya
Daging sapi tetap menjadi komoditas termahal, sementara harga minyak goreng kemasan masih berada di atas Rp20.000 per liter.
-
Daging Sapi (Kualitas I): Rp144.000 per kg.
-
Daging Sapi (Kualitas II): Rp137.800 per kg.
-
Daging Ayam Ras: Rp40.350 per kg.
-
Telur Ayam Ras: Rp32.600 per kg.
-
Minyak Goreng Kemasan: Rp22.100 – Rp22.550 per liter.
-
Gula Pasir Premium: Rp19.850 per kg
Analisis Singkat: Mengapa Harga Masih Tinggi?
Data PIHPS mencerminkan kondisi riil di tingkat eceran yang terus dipantau ketat oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Tingginya harga cabai rawit merah yang hampir menembus Rp85.000 disinyalir dipengaruhi oleh faktor cuaca dan gangguan distribusi di beberapa wilayah sentra produksi.
Pemerintah diprediksi akan terus melakukan intervensi melalui operasi pasar atau stabilisasi pasokan guna menjaga daya beli masyarakat, terutama mengingat peran komoditas ini yang sangat sensitif terhadap laju inflasi nasional.






Tinggalkan Balasan