Sudah 10 Hari, Banjir di Karangligar Karawang Belum Juga Surut, Akses Jalan Masih Terputus
KARAWANG – Memasuki hari ke-10, Selasa (27/1/2026), kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Hingga Selasa pagi, ketinggian air dilaporkan masih bertahan di angka 1 hingga 1,5 meter, terutama di dua dusun di Kecamatan Telukjambe Barat.
Dusun Kampek dan wilayah Desa Karangligar menjadi titik terdampak yang paling parah. Pantauan di lokasi menunjukkan akses utama desa masih tertutup genangan air setinggi dada orang dewasa, yang praktis melumpuhkan mobilitas warga sekitar.
Rendi, salah satu warga setempat, mengaku harus berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi perabotan rumah tangganya. Meski sudah lebih dari sepekan, air di dalam kediamannya masih mencapai pinggang orang dewasa.
“Di dalam rumah masih setinggi pinggang. Sekarang saya fokus memindahkan barang-barang yang sekiranya masih bisa diselamatkan ke tempat yang lebih tinggi,” ungkap Rendi saat ditemui di lokasi, Selasa pagi.
Lantaran jalur utama yang terputus total, perahu kini menjadi satu-satunya tumpuan transportasi warga. Baik untuk keluar masuk pemukiman maupun untuk mendistribusikan bantuan logistik ke area yang terisolasi.
Kondisi diperparah dengan tidak adanya sistem drainase atau saluran pembuangan yang memadai di Dusun Kampek, sehingga air hanya mengandalkan daya serap tanah untuk surut secara alami. Hal inilah yang diduga kuat menjadi penyebab banjir bertahan sangat lama di wilayah tersebut.
Warga lainnya, Heri, menambahkan bahwa meski air di dalam rumahnya perlahan mulai turun, genangan di jalanan desa tetap tinggi. Selain masalah akses, warga kini mulai mengeluhkan pemadaman listrik yang masih berlangsung.
“Kalau di jalan masih setinggi dada, padahal di dalam rumah sudah agak surut. Kendala lainnya listrik juga belum nyala, sampai sekarang masih mati total,” keluh Heri.






Tinggalkan Balasan