Stok Pangan Melimpah, Pemkab Karawang Optimistis Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Lebaran 2026
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang memberikan jaminan bahwa ketersediaan pangan di wilayahnya berada dalam kondisi yang sangat aman, bahkan diprediksi mencukupi hingga sembilan bulan ke depan. Kondisi surplus ini memicu optimisme pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama saat memasuki masa krusial menjelang Hari Raya Idulfitri 2026.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, mengungkapkan bahwa langkah intervensi melalui operasi pasar yang dilakukan secara konsisten telah membuahkan hasil positif. Saat ini, pergerakan harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar tradisional sudah mulai menunjukkan tren yang terkendali.
“Kondisi harga saat ini terpantau aman. Untuk daging sapi rata-rata sudah di angka Rp120 ribu, sementara beras premium bertahan di kisaran Rp15 ribu per kilogram. Dengan stok pangan yang melimpah tahun ini, kami sangat optimistis gejolak harga menjelang Lebaran nanti bisa kita tekan seminimal mungkin,” ujar Aep pada Kamis (26/2/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pimpinan Cabang Bulog Karawang-Bekasi, Rafki Ismael, menegaskan bahwa ketahanan pangan di wilayah kerjanya melampaui kebutuhan domestik. Selain mengamankan stok untuk Idulfitri, Bulog Karawang saat ini juga berperan strategis sebagai pemasok beras untuk wilayah Sumatera, mencakup Provinsi Riau, Aceh, hingga Sumatera Utara.
“Stok komoditas penting seperti beras dan Minyakita sangat terjaga. Kita sedang berada dalam posisi surplus yang bisa bertahan hingga sembilan bulan ke depan,” jelas Rafki.
Ia menambahkan, sebagai daerah lumbung pangan, Karawang dan Bekasi memiliki kapasitas produksi yang jauh di atas konsumsi lokal. Saat ini, gudang Bulog mencatat ketersediaan beras mencapai 110 ribu ton. Angka ini diprediksi akan terus bertambah seiring berlangsungnya musim panen raya di Karawang.
“Setiap harinya kami masih menyerap sekitar 900 hingga 1.000 ton gabah dari petani. Dengan kebutuhan harian kita yang hanya sekitar 10 ribu ton, cadangan yang ada saat ini jelas sangat mencukupi untuk kebutuhan jangka panjang maupun untuk membantu daerah lain pascabencana,” tutup Rafki.






Tinggalkan Balasan