Satu Tahun Kepemimpinan Aep-Maslani: Fokus pada Kesehatan Gratis hingga Infrastruktur Pengurai Macet
KARAWANG – Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, memaparkan sejumlah capaian strategis dalam satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Maslani. Terhitung sejak dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan ini memprioritaskan pembenahan pada sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan pertanian sebagai kebutuhan dasar masyarakat Karawang.
Di sektor kesehatan, pencapaian paling mencolok adalah terealisasinya Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 100,25 persen dari total 2.269.594 jiwa penduduk Karawang. Untuk mendukung program kesehatan gratis ini, Pemkab Karawang mengalokasikan anggaran sebesar Rp220 miliar pada tahun 2025, yang kemudian ditingkatkan menjadi Rp290 miliar pada tahun 2026. Selain itu, pembangunan RSUD Rengasdengklok dan IGD RSUD Karawang juga telah rampung diselesaikan.
Sektor pertanian juga mendapatkan perhatian khusus melalui program pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi petani yang memiliki lahan di bawah 3 hektare. Pemkab juga memberikan perlindungan berupa pembayaran premi asuransi bagi petani yang mengalami gagal panen. Bahkan, dialokasikan anggaran Rp25 miliar untuk beasiswa sarjana pertanian bagi anak-anak petani kurang mampu yang bekerja sama dengan Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
Untuk bidang pendidikan dan infrastruktur, Bupati Aep mengucurkan dana sekitar Rp80 miliar khusus untuk perbaikan sarana pendidikan di wilayah Karawang Utara. Sementara itu, guna mengatasi kemacetan di area perkotaan, underpass Gorowong yang menghubungkan Jalan Surtokunto menuju Telukjambe dan kawasan industri kini telah resmi beroperasi.
Beberapa proyek penataan kota lainnya yang turut diselesaikan antara lain peningkatan Jalan Tuparev, renovasi Stadion Singaperbangsa, GOR Panatayudha, serta perluasan ruang terbuka hijau. Bupati menegaskan bahwa pembangunan dilakukan secara bergiliran per daerah agar hasilnya lebih merata dan terukur.
Meski mencatat banyak progres, Bupati Aep tetap membuka diri terhadap kritik dari masyarakat. Menurutnya, segala capaian ini merupakan bentuk komitmen kepada warga, namun ia mengakui masih ada masyarakat yang merasa belum puas atas hasil pembangunan selama setahun terakhir. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja di tahun-tahun mendatang.






Tinggalkan Balasan