KARAWANG – Luapan Sungai Citarum dan Cibeet, ditambah fenomena banjir rob di pesisir utara, mengakibatkan ribuan hektare lahan persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terendam air. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian setempat karena genangan air sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Karawang, Mahmud, mengonfirmasi bahwa berdasarkan pemantauan terkini, terdapat sekitar 1.948 hektare sawah yang terdampak. Sebaran wilayah yang terendam mencakup 20 desa di tujuh kecamatan.

“Laporan dari tim di lapangan menunjukkan ribuan hektare lahan terdampak luapan air sungai dan banjir rob di wilayah utara,” jelas Mahmud saat memberikan keterangan resmi, Jumat.

Mirisnya, mayoritas lahan yang terendam merupakan tanaman padi yang baru saja memasuki fase tanam dan fase semai. Dari total luas lahan yang terdampak, sekitar 1.928 hektare di antaranya sedang dalam masa pertumbuhan awal yang sangat rentan terhadap kerusakan akibat rendaman air yang terlalu lama.

Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian hingga kini masih terus menyisir area terdampak untuk memperbarui data, mengingat intensitas hujan di wilayah Karawang dan sekitarnya masih tergolong tinggi.

Selain melumpuhkan sektor pertanian, banjir kali ini juga merendam permukiman warga. Ribuan rumah, fasilitas ibadah, gedung sekolah, hingga perkantoran instansi pemerintah dilaporkan ikut terdampak.

Kondisi paling memprihatinkan terpantau di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Di lokasi tersebut, ketinggian air nyaris menyentuh angka 2 meter, yang memaksa ratusan warga untuk meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke posko-posko darurat yang lebih aman.