Pupus, Rencana Pembangunan Sekolah Baru di Karawang Tak Masuk Anggaran Jabar 2026
KARAWANG – Harapan masyarakat Kabupaten Karawang untuk melihat berdirinya Unit Sekolah Baru (USB) tingkat SMA/SMK pada tahun 2026 mendatang dipastikan kandas. Janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menekan ketimpangan akses pendidikan di wilayah tersebut dipastikan tidak terealisasi dalam waktu dekat.
Kabar mengecewakan ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah IV Jawa Barat, Riesye Silvana. Saat ditemui di SMKN 3 Karawang pada Senin (26/1), Riesye menegaskan bahwa proyek pembangunan sekolah baru untuk Karawang belum masuk dalam skala prioritas program Pemerintah Provinsi Jawa Barat di tahun anggaran 2026.
Padahal, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan akan fasilitas pendidikan menengah di Karawang tergolong mendesak. Tercatat ada empat kecamatan, yakni Purwasari, Cilamaya Kulon, Rengasdengklok, dan Cilebar, yang hingga kini belum memiliki fasilitas SMA, baik negeri maupun swasta.
“Saya pastikan untuk tahun 2026 belum ada pembangunan USB di Karawang. Dari total 24 sekolah baru yang akan dibangun di Jawa Barat, Karawang memang tidak masuk dalam daftar tersebut,” ujar Riesye.
Terkait upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang yang telah menghibahkan lahan seluas 9.000 meter persegi di Cilamaya Kulon dan 1,2 hektare di Pangkalan, Riesye mengakui aset tersebut sudah diterima oleh Pemprov Jabar. Namun, berdasarkan hasil kajian teknis, lahan tersebut dianggap belum memenuhi kriteria untuk segera dieksekusi pembangunannya.
“Hibah lahan memang sudah dilakukan. Namun setelah kami melakukan feasibility study (uji kelayakan) melibatkan pihak ketiga, hasilnya menyatakan lokasi tersebut belum layak untuk mulai dibangun saat ini,” pungkasnya.






Tinggalkan Balasan