KARAWANG – Jajaran Polres Karawang mengambil langkah proaktif dalam menangani dampak psikososial warga yang terdampak banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Tidak hanya fokus pada pengamanan, pihak kepolisian kini menerjunkan tim khusus trauma healing untuk mendampingi warga di pengungsian.

Kasie Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menjelaskan bahwa kehadiran tim ini bertujuan memulihkan semangat dan memberikan dukungan moril bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan warga tetap kuat secara mental dan mampu bangkit kembali setelah menghadapi musibah ini,” ujarnya pada Senin kemarin.

Menurutnya, tekanan mental pascabencana seringkali menjadi masalah serius yang tidak terlihat. Oleh karena itu, langkah ini diambil sebagai wujud nyata kepedulian Polri terhadap kondisi batin para penyintas, terutama mereka yang masih merasa trauma akibat luapan air yang merendam pemukiman.

Berdasarkan data terkini, dampak banjir di Karangligar cukup signifikan, merendam sedikitnya 332 rumah dan berdampak pada 1.346 jiwa. Di tengah situasi sulit tersebut, personel kepolisian yang dipimpin Kabag SDM Polres Karawang, Kompol Dadan Sudirman, melakukan pendekatan yang lebih humanis dan santai agar warga merasa nyaman bercerita dan berinteraksi.

Selain memberikan pendampingan psikologis, Polres Karawang juga membawa bantuan logistik berupa makanan serta ratusan pakaian untuk anak-anak maupun dewasa. Bantuan tersebut didistribusikan langsung di titik-titik pengungsian.

Aksi ini mendapat respons positif dari warga setempat. Yayat, salah satu pengungsi, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia menyebut anak-anak di pengungsian menjadi lebih ceria dan terhibur.

“Sangat berterima kasih. Setidaknya anak-anak kami bisa melupakan sejenak kesedihan akibat banjir. Beban pikiran mereka jadi lebih ringan setelah bermain dan mengobrol dengan tim dari Polres,” ungkap Yayat.