Pabrik Uang Palsu Rp12 Miliar di Cirebon Digerebek, Polisi Gagalkan Peredaran Jelang Lebaran
CIREBON – Aparat Polresta Cirebon berhasil menggagalkan potensi bencana ekonomi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Sebuah industri rumahan yang memproduksi uang palsu dengan nilai fantastis mencapai Rp12 miliar berhasil dibongkar di wilayah Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (17/3/2026).
Langkah cepat kepolisian ini berhasil memutus rantai peredaran uang haram tersebut sebelum sempat membanjiri masyarakat yang tengah bersiap melakukan transaksi THR maupun kebutuhan belanja Lebaran.
Kronologi Penggerebekan di Gegesik
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, mengungkapkan bahwa terbongkarnya pabrik uang palsu ini bermula dari laporan warga yang menaruh curiga terhadap aktivitas di sebuah rumah di Gegesik. Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial S.
“Total potensi peredaran mencapai Rp12 miliar. Beruntung berhasil kita amankan sebelum sempat menyebar luas. Jika terlambat, dampaknya akan sangat merugikan masyarakat kelas bawah di tengah tingginya perputaran uang jelang Lebaran,” tegas Kombes Pol Imara Utama.
Barang Bukti dan Peralatan Canggih
Tersangka S diketahui menggunakan peralatan yang cukup modern untuk menjalankan aksinya secara sistematis. Polisi menyita sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, antara lain:
-
Perangkat Produksi: Laptop, printer, mesin cetak offset, mesin penghitung uang, hingga alat pendeteksi inframerah.
-
Bahan Baku: 52 rim kertas doorslag (total 26.000 lembar) dan kertas bertanda khusus (watermark).
-
Produk Jadi/Setengah Jadi: 607 lembar pecahan Rp100 ribu siap edar, 100 lembar cetakan besar belum potong, dan satu dus uang yang baru dicetak satu sisi.
Himbauan BI: Kenali Modus dan Terapkan 3D
Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Himawan, menyebutkan bahwa kualitas uang palsu produksi sindikat ini cukup rapi karena mencoba meniru hologram dan benang pengaman. Namun, perbedaan akan sangat terasa jika masyarakat jeli.
“Sekilas terlihat seperti asli, namun bahannya berbeda. Jika diperiksa menggunakan sinar ultraviolet (UV), uang asli akan menunjukkan pendaran warna tertentu yang presisi, sedangkan uang palsu hasilnya kasar,” jelas Himawan.
Pihak BI dan Kepolisian mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada selama masa Ramadan dan Lebaran dengan konsisten menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dalam setiap transaksi tunai.






Tinggalkan Balasan