NGANJUK – Kisah pilu menimpa Mbah Yatemi (81), seorang lansia penjual pisang asal Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, yang menjadi korban penipuan saat sedang mencari nafkah. Video Mbah Yatemi yang tertipu setelah menerima uang mainan pecahan Rp100.000 dari seorang pembeli mendadak viral dan memancing simpati publik.

Kondisi Mbah Yatemi dan Simpati Bupati

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Pria yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut telah berkunjung langsung ke kediaman Mbah Yatemi untuk memberikan dukungan.

Menurut Kang Marhaen, faktor penglihatan yang sudah tidak jelas membuat Mbah Yatemi mudah percaya kepada pembeli yang tidak bertanggung jawab.

“Ya kasihan, akhirnya enggak jualan lagi, karena modalnya habis. Orang sepuh jangan dibohongi, apalagi puasa-puasa,” ujar Marhaen, Jumat (13/3/2026).

Penjelasan Polisi Mengenai Delik Aduan

Kapolsek Warujayeng, Kompol Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa meskipun kepolisian tetap melakukan penyelidikan, kasus penipuan ini merupakan delik aduan. Artinya, diperlukan laporan resmi dari korban agar kasus dapat diteruskan ke ranah pidana.

“Untuk menuju ke ranah pidana, itu harus membutuhkan pengaduan korban. Kalau tidak, nanti kita malah bisa kena praperadilan saat menangkap tersangka,” tegas Junaidi.

Tips Mengenali Uang Palsu/Mainan

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian membagikan ciri-ciri fisik uang palsu atau uang mainan yang sering beredar:

  • Tekstur Berbeda: Biasanya terasa lebih tebal namun sangat gampang kucel atau kusut.

  • Kondisi Fisik: Kertas cenderung terlalu lemas sehingga mudah terlihat kusam dibandingkan uang asli.