Karawang Matangkan Persiapan Mudik 1447 H: Libatkan 785 Personel Hingga Larangan Sound Horeg
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang bersama jajaran Forkopimda mulai memanaskan mesin koordinasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Lodaya 2026, sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) diperkuat guna memastikan kelancaran arus mudik di wilayah yang menjadi gerbang krusial Jawa Barat tersebut.
Rapat yang berlangsung di Aula Lantai 3 Pemda Karawang pada Senin (9/3/2026) ini dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah. Fokus utama pengamanan kali ini mencakup perbaikan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, hingga penertiban aktivitas malam takbiran.
Fokus Infrastruktur dan Larangan Sound Horeg
Kepala Bapperida Kabupaten Karawang, Ridwan Salam, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan para camat di sepanjang jalur mudik untuk segera mendata dan menuntaskan perbaikan fasilitas jalan, terutama Penerangan Jalan Umum (PJU) dan lubang jalan.
Selain infrastruktur, Pemda Karawang juga mengeluarkan kebijakan tegas terkait tradisi malam takbiran. Masyarakat dilarang melakukan pawai menggunakan pengeras suara berlebihan atau sound horeg ke pusat kota.
-
Zonasi Takbiran: Kegiatan takbiran dibagi ke dalam tiga zona berbeda untuk mencegah kemacetan total di pusat kota.
-
Penertiban: Para camat diinstruksikan turun langsung memantau dan menertibkan warga yang melanggar aturan zonasi atau menggunakan sound horeg.
-
Inovasi: Sebagai pengganti pawai, Pemda menyelenggarakan lomba bedug di tiga zona tersebut untuk memecah konsentrasi massa.
Kesiapan Personel dan Mudik Gratis
Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang telah menyiagakan 140 personel yang didukung oleh petugas dari BPBD serta tim medis. Sebagai bagian dari pelayanan masyarakat, Pemda juga menyediakan program mudik gratis dengan kuota 15 unit bus.
Strategi Lalu Lintas dan Pengamanan Objek Wisata
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, menekankan agar jajarannya tidak terjebak dalam rutinitas tahunan dan wajib mengevaluasi Operasi Lilin 2025 sebagai modal perbaikan. Secara total, sebanyak 785 personel gabungan akan diterjunkan di 17 pos pengamanan (pospam) yang tersebar di jalur tol dan arteri.
Berikut adalah poin utama strategi pengamanan lalu lintas:
-
Jalur Tol: Penyiapan skema rekayasa lalu lintas mulai dari one way hingga contra flow di Tol Jakarta-Cikampek.
-
Jalur Arteri: Penjagaan ketat oleh tim urai di titik rawan macet seperti Tanjungpura, Simpang Pendeuy, hingga Jalur Pantura.
-
Fasilitas Pendukung: Kendaraan derek disiagakan untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami mogok di jalan.
-
Objek Wisata: Menjadi prioritas pengamanan selama libur Lebaran berlangsung.






Tinggalkan Balasan