BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai memperketat pengawasan terhadap seluruh gudang sembako untuk mengantisipasi potensi penimbunan barang selama bulan Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil guna memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi daftar gudang resmi beserta data stok yang tersedia. Jika ditemukan adanya penyimpanan barang yang melebihi batas kewajaran, pemerintah tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas.

“Kami sudah memiliki daftar gudang resmi dan stoknya. Jika ada yang melebihi kewajaran akan langsung kami tindak agar tidak terjadi penimbunan dan harga tetap dalam jangkauan yang wajar,” ujar Farhan, Senin (9/3/2026).

Menjamin Rantai Pasok dan Distribusi

Selain mencegah lonjakan harga, pengawasan ketat ini bertujuan untuk memastikan distribusi dan rantai pasok (supply chain) bahan pokok tidak mengalami hambatan. Pemkot Bandung juga bersinergi dengan pihak kepolisian dan Bulog dalam memantau setiap titik penyimpanan komoditas penting tersebut.

Menurut Farhan, kelancaran distribusi sangat krusial agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu kepanikan di masyarakat menjelang Lebaran.

Kolaborasi Bansos: Salurkan 12.000 Paket Sembako

Di sisi lain, Pemkot Bandung juga aktif menyalurkan bantuan sosial melalui kolaborasi dengan Yayasan Dana Sosial Parahyangan (YDSP). Program yang berlangsung sejak 25 Februari hingga 13 Maret 2026 ini menyasar masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Kota Bandung.

Hingga saat ini, total bantuan yang didistribusikan telah mencapai 12.000 paket sembako. Khusus di wilayah Jalan Nana Rohana, sebanyak seribu paket telah disalurkan sebagai bagian dari upaya meringankan beban warga selama menjalankan ibadah puasa.

“Ini bagian dari upaya menambah kemeriahan Ramadhan sekaligus membantu warga yang membutuhkan,” pungkas Farhan.