KARAWANG – Geliat investasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menunjukkan tren positif yang signifikan. Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di wilayah ini berhasil menembus angka Rp70,77 triliun. Capaian tersebut setara dengan 102 persen dari target awal yang ditetapkan sebesar Rp69,30 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang, Iwan Ridwan, mengungkapkan bahwa angka ini menjadi bukti kuatnya daya saing Karawang di kancah nasional. Infrastruktur yang terintegrasi, mulai dari akses Tol Jakarta-Cikampek, Kereta Cepat Whoosh, hingga kedekatan dengan pelabuhan dan bandara, menjadi magnet utama bagi para investor.

“Untuk tahun ini, target investasi kami proyeksikan kembali meningkat dibandingkan capaian tahun 2025 lalu,” ujar Iwan saat memberikan keterangan pada Rabu (25/2/2026).

Konektivitas yang mumpuni melalui Terminal Petikemas Dawuan dan Terminal Barang Klari turut memperkokoh ekosistem industri dan logistik setempat. Hal ini memicu ekspansi besar-besaran di sektor manufaktur dan perdagangan, yang secara otomatis meningkatkan serapan tenaga kerja serta mobilitas para profesional.

Dinamika ekonomi ini pun berdampak langsung pada sektor properti. Kebutuhan akan hunian yang mengintegrasikan kenyamanan dengan fasilitas komersial dan pendidikan kini menjadi prioritas masyarakat urban di Karawang.

Merespons peluang tersebut, LippoLand melalui Lippo Karawang menghadirkan SilverTree Collection. Koleksi ini menawarkan beberapa tipe, di antaranya Silver Beta Livin dengan harga mulai Rp382 juta serta TreeTops Livin mulai dari Rp632 juta (harga cash keras, belum termasuk PPN).

Fritz Atmodjo, Deputy Chief Operating Officer Lippo Karawang, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk mendukung posisi Karawang sebagai pusat ekonomi regional. Selain koleksi terbaru, pihaknya juga melanjutkan pengembangan hunian Kozy Livin yang dibanderol mulai Rp842 juta.

“Kami melihat kebutuhan tempat tinggal akan terus selaras dengan pertumbuhan aktivitas bisnis dan industri. Setiap proyek yang kami bangun bukan sekadar rumah, melainkan bagian dari ekosistem kawasan yang terus berkembang,” tutur Fritz.

Melalui pengembangan yang terencana dan berkelanjutan, sektor hunian diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah di masa depan. (MAZ)