Hari Ke-16: Banjir di Karangligar Karawang Meluas Hingga Rendam Fasilitas Sekolah
KARAWANG – Kondisi banjir yang melanda Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, dilaporkan kian memprihatinkan. Hingga memasuki hari ke-16, luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet belum juga surut, bahkan genangan air kini semakin meluas ke berbagai titik pemukiman dan fasilitas publik.
Berdasarkan pantauan di lokasi, derasnya debit air yang masuk ke pemukiman membuat ketinggian banjir di beberapa area mencapai 1 hingga 2 meter. Data sementara dari BPBD Karawang menunjukkan sedikitnya 697 unit rumah warga terendam, dan angka ini berpotensi terus meningkat mengingat aliran sungai yang masih meluap.
Dampak serius juga dirasakan di sektor pendidikan. SMP Negeri 1 Telukjambe Barat hingga kini masih lumpuh total akibat terendam air setinggi 40 hingga 50 sentimeter. Fasilitas vital sekolah, mulai dari ruang kelas, laboratorium, ruang guru, hingga musala, tidak dapat digunakan untuk aktivitas normal.
Kepala sekolah dan staf pengajar akhirnya memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Sebagai solusinya, para siswa dialihkan ke sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung selama lebih dari dua pekan. Meski air belum sepenuhnya hilang dari area sekolah, beberapa guru dan murid terpantau mulai mencoba membersihkan sisa-sisa lumpur di bagian yang airnya mulai dangkal.
Selain persoalan pendidikan dan terhambatnya mobilisasi, warga kini mulai mengeluhkan masalah kesehatan. Durasi banjir yang sangat lama memicu kemunculan penyakit kulit di kalangan pengungsi dan penduduk setempat. Warga sangat berharap ada langkah konkret untuk percepatan penanganan luapan sungai agar mereka bisa kembali beraktivitas dan anak-anak dapat kembali bersekolah dengan normal.






Tinggalkan Balasan