Harga Gabah Stabil Pasca-Banjir, Petani Cibuaya Apresiasi Langkah Cepat Bupati Aep
KARAWANG – Senyum mulai kembali terpancar di wajah para petani di Kecamatan Cibuaya. Meski baru saja dihantam bencana banjir yang merendam lahan persawahan, kegelisahan mereka akan anjloknya harga panen berhasil diredam berkat intervensi Pemerintah Kabupaten Karawang.
Pemerintah Desa Kalidungjaya beserta para petani setempat menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang telah memfasilitasi penyerapan gabah petani oleh Bulog dengan harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Kepedulian di Tengah Kondisi Memprihatinkan
Kepala Desa Kalidungjaya, Warsan, mengungkapkan bahwa kehadiran pemerintah daerah menjadi penyelamat di saat kualitas gabah menurun akibat cuaca ekstrem.
-
Apresiasi Desa: “Atas nama warga, saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Karawang yang selalu peduli pada nasib petani. Terima kasih juga kepada Camat Cibuaya dan Bulog yang hadir langsung menyerap gabah kami, meskipun kondisinya pascabanjir sangat memprihatinkan,” ujar Warsan.
-
Dampak Nyata: Fasilitasi ini dinilai sangat membantu mengangkat kembali harga gabah di tingkat petani yang sempat terancam jatuh akibat kualitas yang terdampak banjir.
Ketahanan Pangan Karawang Terjaga
Selain menyelamatkan ekonomi petani, langkah ini juga memperkuat ketahanan pangan daerah. Berdasarkan data terkini, stok beras di Karawang berada dalam posisi yang sangat aman:
| Jenis Cadangan / Stok | Jumlah |
| Cadangan Beras Pemerintah (CBP) | ± 100 Ton |
| Cadangan Beras Pemda Karawang | ± 130 Ton |
| Total Stok di Gudang Bulog Karawang | 130.000 Ton |
Stabilisasi Harga di Tengah Cuaca Ekstrem
Kehadiran Bulog di tengah bencana bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan penopang harapan bagi petani. Dengan total stok mencapai 130 ribu ton, Bulog Karawang memastikan stabilitas pangan dan harga beras di pasar tetap terjaga meski cuaca ekstrem masih membayangi.
“Ini adalah bentuk kepedulian nyata. Dengan harga yang terjaga, petani tetap memiliki modal dan semangat untuk kembali menanam demi masa depan ketahanan pangan nasional,” pungkas Kades Warsan.






Tinggalkan Balasan