KARAWANG – Fasilitas gedung baru tampaknya benar-benar menjadi suntikan energi bagi jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Karawang. Tak lama setelah peresmian gedung operasionalnya, korps berlambang panah ini langsung tancap gas dengan membongkar puluhan kasus peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Karawang dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, didampingi Kasat Narkoba AKP Maulan Yusuf Bahtiar, memimpin langsung jalannya konferensi pers pengungkapan kasus tersebut di aula Mapolres Karawang pada Rabu, 18 Februari 2026. Tercatat, sebanyak 26 kasus berhasil diungkap dengan total 28 orang tersangka yang kini telah diamankan.

“Keberhasilan ini adalah bukti dedikasi anggota di lapangan. Kami berharap fasilitas gedung baru ini bukan sekadar simbol, melainkan motivasi tambahan untuk terus memberikan rasa aman bagi warga Karawang dari bahaya narkotika,” ujar AKBP Fiki di hadapan awak media.

Dalam rinciannya, Kasat Narkoba AKP Maulan Yusuf Bahtiar menyebutkan bahwa sabu-sabu masih mendominasi dengan 21 kasus dan 23 tersangka. Selain itu, petugas juga menyikat peredaran tembakau sintetis atau tembakau gorila sebanyak 3 kasus dengan 3 tersangka, serta 2 kasus peredaran Obat Keras Tertentu (OKT) yang melibatkan 2 tersangka.

Terkait modus operandi, para pelaku diketahui masih menggunakan pola lama namun tetap terorganisir. Untuk jenis sabu dan tembakau sintetis, pengedar mayoritas menggunakan sistem “tempel” atau menjatuhkan pesanan di titik tertentu untuk menghindari pertemuan langsung. Sementara untuk obat keras, pelaku mencoba mengelabui petugas dengan menyamar sebagai warung sembako atau konter pulsa.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita barang bukti yang cukup signifikan, di antaranya 487,08 gram sabu-sabu, 64,75 gram tembakau sintetis, serta 587 butir obat keras dari berbagai jenis.

AKBP Fiki menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi para bandar maupun pengedar. Penindakan tegas ini merupakan hasil dari patroli siber yang intensif serta penyelidikan mendalam di berbagai titik rawan. Ia pun mewanti-wanti jajarannya agar tidak cepat puas meski baru saja meraih prestasi dan fasilitas baru, karena tantangan pemberantasan narkoba ke depan diprediksi akan semakin kompleks.