KARAWANG – Kebahagiaan keluarga Sifaul Iiiati Nur Alawiyah (19) berubah menjadi tragedi memilukan dalam sekejap mata pada Minggu (15/2/2026) malam. Insiden kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Tanggul Rawagabus, Desa Kondangjaya, Karawang Timur, mengakibatkan Sifa kehilangan ayah, ibu, serta satu orang adiknya yang terjepit badan mobil.

Malam itu, Sifa bersama sang ayah, Idik Tasdik (46), ibunya Itiar (42), dan ketiga adiknya baru saja pulang dari sebuah pusat perbelanjaan di Karawang. Perjalanan tersebut sebenarnya diniatkan untuk merayakan momen spesial, yakni ulang tahun sang ibu sekaligus syukuran kelulusan tahfidz salah satu adiknya. Namun, takdir berkata lain saat kendaraan Toyota Corolla bernopol T-1275-KN yang mereka tumpangi tertimpa beban berat.

Peristiwa bermula saat sebuah truk kontainer yang melaju dari arah Jalan Lingkar Luar Karawang tiba-tiba merangsek masuk ke ruas jalan raya tanggul yang posisinya lebih rendah. Dalam kondisi lalu lintas yang ramai namun minim penerangan, truk besar tersebut kehilangan kendali dan terguling tepat di atas mobil keluarga Sifa. Hantaman keras kontainer membuat atap mobil ambruk seketika, terutama di bagian depan tempat orang tua Sifa duduk.

Sifa mengenang detik-detik mencekam tersebut dengan suara bergetar. Ia menceritakan bagaimana suasana dalam mobil mendadak penuh jeritan dan kepanikan. Dalam kondisi terjepit bodi mobil yang ringsek, Sifa yang berada di kursi belakang berusaha keras membuka pintu, namun gagangnya sudah copot. Ia dan adiknya yang selamat akhirnya berhasil keluar dengan merangkak melalui celah jendela yang pecah.

Ada satu penyesalan yang membekas di hati Sifa sebelum kejadian itu terjadi. Saat masih berada di mal, ia sempat mengajak seluruh anggota keluarganya untuk berfoto bersama. Namun, keinginan itu urung terlaksana karena hari sudah sore dan mereka harus segera bergegas menuju rumah kerabat. Siapa sangka, itu adalah kesempatan terakhir baginya untuk mengabadikan momen utuh bersama orang-orang tercinta.

Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hingga dua jam karena kondisi korban yang terjepit parah. Berdasarkan pemeriksaan awal, kecelakaan diduga terjadi akibat kurangnya kewaspadaan pengemudi truk terhadap arus lalu lintas di depannya hingga kendaraan bertonase besar itu terguling.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait keberadaan kendaraan besar di ruas jalan kabupaten tersebut. Unit Gakkum Satlantas Polres Karawang juga telah mengamankan kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.