Dampak Konflik Timur Tengah: 15 Penerbangan di Bandara Soetta Dibatalkan, Kualanamu Mulai Normal
Gejolak geopolitik yang kian memanas di kawasan Timur Tengah mulai memberikan efek domino terhadap sektor penerbangan di Indonesia. Sejak Sabtu (28/2/2026) lalu, sejumlah bandara internasional di tanah air terpaksa melakukan penyesuaian operasional besar-besaran, terutama untuk rute-rute menuju titik transit krusial seperti Doha, Abu Dhabi, dan Dubai.
Meski demikian, bagi jemaah umrah dengan rute penerbangan langsung (direct flight) menuju Jeddah, jadwal keberangkatan dilaporkan masih berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.
Situasi Terkini di Bandara Soekarno-Hatta
Hingga Selasa (3/3/2026), suasana di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) terpantau tetap kondusif meski gelombang pembatalan penerbangan terus berlanjut. Tercatat, sebanyak 15 jadwal penerbangan internasional dibatalkan hari ini.
Secara akumulatif, sejak akhir pekan lalu terdapat 75 jadwal keberangkatan dan kedatangan yang terganggu, dengan rincian 28 keberangkatan dan 32 kedatangan yang terpaksa batal akibat situasi keamanan di wilayah udara Timur Tengah.
PGS Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Soetta, Aziz Fahmi Harahap, menegaskan bahwa pihaknya terus bersiaga penuh melalui Airport Operation Control Center (AOCC).
“Kami rutin berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai, dan otoritas bandara. Pemantauan berkala dilakukan untuk memastikan layanan di Bandara Soekarno-Hatta tetap optimal di tengah situasi global yang tidak menentu,” ujar Aziz pada Selasa.
Laporan lapangan menunjukkan tidak terjadi penumpukan penumpang di terminal internasional. Hal ini dikarenakan pihak maskapai telah lebih dulu menginformasikan pembatalan kepada para calon penumpang, sehingga mereka tidak terlantar di bandara.
Kondisi di Bandara Kualanamu
Pemandangan berbeda terlihat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Berbeda dengan Soetta yang masih mengalami pembatalan hari ini, aktivitas di Kualanamu dilaporkan telah kembali normal tanpa ada jadwal yang dibatalkan pada hari Selasa.
Sebelumnya, pada Minggu (1/3/2026), dua maskapai besar yakni Lion Air dan Etihad Airways sempat membatalkan jadwal mereka dari Kualanamu imbas serangan udara di Timur Tengah. Saat ini, pihak pengelola bandara tetap memperketat koordinasi lintas sektoral guna mengantisipasi perubahan situasi yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Pihak otoritas bandara mengimbau kepada seluruh calon penumpang tujuan internasional untuk terus memantau status penerbangan mereka secara berkala melalui aplikasi resmi atau pusat informasi maskapai masing-masing.






Tinggalkan Balasan